Kamboja Terapkan WFH untuk ASN, Proyeksi Hemat BBM Capai Ratusan Ribu Liter
Kamboja Berlakukan WFH ASN, Bisa Hemat BBM Ratusan Ribu Liter

Kamboja Terapkan Kebijakan Kerja dari Rumah untuk ASN, Targetkan Penghematan BBM Signifikan

Pemerintah Kamboja secara resmi memberlakukan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap krisis minyak global yang dipicu oleh perang di Timur Tengah, dengan proyeksi penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang mencapai ratusan ribu liter.

Latar Belakang Kebijakan Efisiensi Energi

Dilansir dari Khmer Times pada Senin (2/4/2026), pemerintah Kamboja menyerukan upaya efisiensi energi menyusul dampak kenaikan harga minyak dunia. Kamboja menghadapi salah satu lonjakan harga bahan bakar terparah di dunia, di mana harga bensin reguler mengalami kenaikan hampir 68%.

Harga bensin telah naik lebih dari 5.000 riel per liter, mendorong pemerintah memberikan subsidi sebesar 6,5 sen per liter untuk meringankan beban industri dan masyarakat umum. Selain pengurangan penggunaan listrik, pemerintah juga mendorong penghematan energi dan bahan bakar dalam aktivitas pekerjaan sebagai kontribusi terhadap efisiensi nasional.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Implementasi WFH dan Pengurangan Perjalanan Dinas

Kementerian Perhubungan dan Pekerjaan Umum Kamboja telah meminimalkan jumlah perjalanan dinas dan kunjungan lapangan. ASN diminta untuk melaksanakan WFH dengan memanfaatkan pertemuan daring atau online meeting.

"Untuk pertemuan di provinsi terpencil, partisipasi melalui konferensi video sangat dianjurkan sebagai pengganti perjalanan fisik," jelas pernyataan resmi dari kementerian tersebut. Kebijakan ini bertujuan mengurangi mobilitas yang tidak perlu sekaligus mendukung efisiensi operasional.

Analisis Pakar tentang Potensi Penghematan BBM

Menurut media lokal CamNess, pakar dari Institute for International Studies and Public Policy Kamboja, You Sovanriya, mengungkapkan bahwa WFH dapat menjadi kebijakan yang efektif untuk mengurangi konsumsi BBM secara signifikan.

"Mempromosikan kerja jarak jauh adalah kebijakan efektif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar di Kamboja, khususnya di daerah perkotaan seperti Phnom Penh, di mana perjalanan harian berkontribusi signifikan terhadap permintaan bensin," kata Sovanriya.

Dia menjelaskan bahwa mayoritas pekerja di Kamboja melakukan perjalanan ke tempat kerja setiap hari menggunakan sepeda motor, mobil, atau transportasi umum. Sebuah studi transportasi di Phnom Penh menemukan bahwa sekitar 35,2% pekerja menggunakan sepeda motor untuk perjalanan pulang-pergi, sementara banyak lainnya bergantung pada transportasi bermotor seperti remork atau minibus.

Perhitungan Detail Penghematan Bahan Bakar

Sovanriya memberikan perhitungan rinci mengenai potensi penghematan BBM dari penerapan WFH. "Selama 22 hari kerja per bulan, ini setara dengan sekitar 11 liter bahan bakar yang digunakan hanya untuk perjalanan ke tempat kerja. Jika 100.000 pekerja kantoran di Phnom Penh bekerja jarak jauh hanya dua hari per minggu, kota tersebut dapat menghemat sekitar 200.000 hingga 300.000 liter bensin setiap bulan," paparnya.

Angka ini menunjukkan bahwa kerja jarak jauh dapat secara signifikan mengurangi konsumsi bahan bakar, terutama di wilayah perkotaan dengan tingkat mobilitas tinggi. Kebijakan WFH tidak hanya membantu mengatasi krisis energi, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi emisi karbon dari kendaraan bermotor.

Dengan implementasi kebijakan ini, Kamboja berharap dapat meredam dampak kenaikan harga BBM sekaligus meningkatkan efisiensi dalam sektor publik. Langkah ini juga sejalan dengan tren global dalam adaptasi pola kerja pascapandemi, di mana fleksibilitas kerja semakin diutamakan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga