Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengambil langkah tegas menyusul polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar di Provinsi Kalimantan Barat yang mendadak viral. Dewan juri lomba cerdas cermat dinonaktifkan. Keputusan itu disampaikan MPR melalui akun Instagram resminya. Untuk diketahui, juri dalam lomba cerdas cermat tersebut adalah Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi.
Keputusan MPR
"Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini," tulis MPR seperti dikutip pada Selasa, 12 Mei 2026.
MPR mengakui bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, termasuk lomba cerdas cermat empat pilar, harus menjunjung tinggi sportivitas, objektivitas, keadilan, dan semangat pembelajaran yang konstruktif. Oleh karena itu, langkah nonaktifasi diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas kelalaian yang terjadi.
Berita Terkait Lainnya
Selain itu, sejumlah restoran yang menunggak pajak dipasangi stiker oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang, Banten. Hal ini dilakukan untuk memberi efek jera. Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang, Slamet Budi, menyatakan bahwa langkah penindakan administratif ini sesuai dengan ketentuan Pasal 103 ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Dalam berita terpopuler lainnya, polisi menggerebek sebuah gudang milik PT Indobike26 di Jakarta Selatan. Ribuan motor hasil tindakan kejahatan ditemukan siap dikirim ke luar negeri. Polisi telah menetapkan satu orang tersangka. Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Noor Maghantara mengungkap asal usul motor ilegal tersebut, yang sebagian diduga berasal dari pengalihan kendaraan dengan jaminan fidusia.
Rekomendasi
MC Lomba Cerdas Cermat MPR telah meminta maaf dan mengakui ucapannya tidak pantas. DPR juga mendesak juri untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan. Polemik ini menjadi viral dan memicu diskusi tentang pentingnya integritas dalam lomba.



