Pemprov Jabar Cairkan Kompensasi Rp6,9 Miliar untuk Sopir Angkot dan Becak Saat Mudik 2026
Jabar Cairkan Kompensasi Rp6,9 M untuk Sopir Saat Mudik 2026

Pemprov Jabar Mulai Salurkan Kompensasi Rp6,9 Miliar untuk Sopir Angkot dan Becak

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memulai pencairan uang kompensasi bagi para sopir angkot, becak, dan andong yang diliburkan selama periode arus mudik dan balik Idulfitri 2026. Total dana yang disalurkan mencapai Rp6,9 miliar, yang akan diterima oleh sekitar 3.000 pengemudi di berbagai daerah.

Distribusi Dana Dimulai Malam Ini

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengonfirmasi bahwa proses pencairan dana kompensasi ini telah dimulai pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 13 Maret 2026, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menyatakan bahwa ia telah memastikan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Provinsi Jawa Barat untuk mendistribusikan seluruh dana tersebut.

"Saya sudah cek Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Provinsi Jawa Barat, seluruh uangnya sudah mulai terdistribusi malam ini dan besok selesai semuanya," ucap KDM. Pernyataan ini disampaikan dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026, yang diadakan di Mapolda Jabar dalam rangka persiapan pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 H.

Daerah Penerima Kompensasi

Kompensasi ini diberikan kepada sopir yang beroperasi di sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Garut, Cirebon, Subang, Bogor, Cianjur, Padalarang, Lembang, dan Kota Bandung. Kebijakan peliburan sopir tidak hanya berlaku selama arus mudik sebelum Idulfitri, tetapi juga mencakup periode arus wisata setelah hari raya.

"Kita pertimbangkan sopir diliburkan bukan hanya arus mudik, tetapi juga arus wisata setelah hari raya," jelas KDM. Hal ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap dampak ekonomi yang dialami para pengemudi selama masa liburan panjang.

Layanan Kesehatan Tambahan Selama Mudik

Selain memberikan kompensasi finansial, Pemprov Jabar juga menyiapkan layanan kesehatan bagi masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah mengoperasikan mobil Mercy milik gubernur yang telah dimodifikasi menjadi kendaraan layanan kesehatan darurat, khususnya di Tol Cipali.

Menurut Dedi Mulyadi, ide ini terinspirasi dari kejadian warga yang terpaksa melahirkan di pinggir jalan tol. Dengan adanya kendaraan darurat ini, diharapkan layanan kesehatan dapat diberikan dengan lebih layak dan cepat.

"Hari ini akan diluncurkan ke tol Cipali sehingga nanti kalau ada melahirkan di jalan, melahirkan di Mercy, jangan lagi di pinggir jalan," imbuh KDM. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang bepergian selama musim mudik.

Apresiasi untuk Petugas Lapangan

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Dedi Mulyadi juga mengimbau masyarakat untuk menghargai para petugas yang bekerja di lapangan selama masa mudik Lebaran. Ia menyampaikan apresiasi khusus kepada keluarga para petugas yang harus merelakan waktu bersama keluarga demi kelancaran arus mudik.

Ucapan terima kasih juga diberikan kepada petugas kebersihan yang tetap bekerja saat masyarakat merayakan Idulfitri. "Dan petugas kebersihan saya juga mengucapkan selamat ya, terima kasih. Mereka adalah bagian penting ketika orang salat Ied, dia memungut sampah. Hatur nuhun," pungkasnya.

Dengan langkah-langkah ini, Pemprov Jabar berupaya memastikan kelancaran dan kenyamanan selama periode mudik Idulfitri 2026, sambil memberikan dukungan ekonomi dan kesehatan kepada masyarakat serta para pekerja yang terdampak.