Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud angkat bicara soal polemik yang belakangan menjadi sorotan publik. Ia menyampaikan permohonan maaf terbuka atas kegaduhan yang muncul, sekaligus mengakui ada hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam komunikasi dan pengambilan sikap.
Permohonan Maaf Melalui Video Instagram
Rudy mengatakan hal tersebut melalui video di akun Instagram pribadinya. Dia awalnya menilai wajar jika masyarakat mengkritik pemerintah sebagai bentuk kepedulian. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ayahanda ibunda dan ada di masyarakat Kalimantan Timur yang saya hormati beberapa hari terakhir saya mengikuti berbagai perhatian masuk dan berkembang di tengah masyarakat," katanya mengawali pernyataan.
"Sebagai gubernur saya memahami ketika menyangkut kebijakan dan penggunaan fasilitas publik, wajar jika muncul pertanyaan bahwa kritik yang keras bentuk kepedulian masyarakat terhadap daerah yang kita cintai bersama," lanjutnya.
Renungan dan Pengakuan Kesalahan
Dia mengaku telah merenung dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya memang ada hal yang harus diperbaiki sehingga dia meminta maaf dengan kegaduhan yang terjadi. "Beberapa hari ini saya banyak merenung. Saya menyadari ada hal-hal yang perlu diperbaiki, baik dalam bersikap maupun dalam berkomunikasi. Untuk itu, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi," ujarnya dalam video pernyataannya.
Anggaran Renovasi Rumah Dinas Rp 25 Miliar
Salah satu yang disorot ialah terkait anggaran renovasi rumah jabatan yang nilainya mencapai Rp 25 miliar. Meski perencanaan renovasi sudah dilakukan sejak dia menjabat, Rudy mengaku hal ini sekarang menjadi tanggung jawabnya. "Perlu kami sampaikan secara jujur bahwa perencanaan paket renovasi rumah dinas Rp 25 miliar tersebut memang sudah ada sebelum kami menjabat. Namun, saya menyadari sebagai gubernur saat ini tanggung jawab tetap ada pada saya," kata dia.
Permohonan maaf ini disampaikan setelah Gubernur Kaltim ramai dikritik oleh Riani Rahayu dan mendapat sorotan publik. Rudy berharap langkah ini dapat meredakan ketegangan dan memperbaiki hubungan dengan masyarakat.



