Gubernur Kalbar Tanggapi Video Viral Bocah Kritik Jalan Rusak di Sepauk
Gubernur Kalbar Tanggapi Video Viral Bocah Kritik Jalan Rusak

Gubernur Kalbar Tanggapi Video Viral Bocah Kritik Jalan Rusak di Sepauk

Jakarta - Sebuah video yang menampilkan dua bocah melontarkan kritik tajam terhadap kondisi jalan rusak di wilayah Bedayan-Libau, Sepauk, Kalimantan Barat, viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, kedua anak berdiri di tengah jalan tanah yang becek dan licin, dengan bahasa polos mereka menyampaikan keluhan yang ditujukan langsung kepada Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.

Kritik Polos yang Menyentuh Hati

Dengan nada lugas, salah satu bocah bahkan membandingkan kinerja gubernur dengan figur publik lain, menambah ketajaman pesan yang disampaikan. Kepolosan mereka dalam menyuarakan kondisi infrastruktur yang buruk di daerahnya berhasil menyentuh hati banyak netizen, menuai simpati luas di berbagai platform digital.

Namun, viralnya video ini juga memicu diskusi serius mengenai etika pelibatan anak-anak dalam kritik terhadap pemerintah. Banyak pihak mempertanyakan apakah penggunaan anak sebagai penyampai pesan politik merupakan tindakan yang tepat, atau justru mengeksploitasi kepolosan mereka untuk kepentingan tertentu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tanggapan Resmi dari Gubernur Ria Norsan

Menanggapi hal ini, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan akhirnya buka suara. Dalam pernyataannya yang dilansir pada Kamis (1/4/2026), Norsan menegaskan bahwa dirinya tidak anti terhadap kritik dan justru menyambut baik masukan dari masyarakat.

"Saya tidak anti kritik dan menyambut baik kritikan tersebut. Yang saya sayangkan, yang dibawa untuk mengkritik itu anak-anak, yang memang bukan pada tempatnya," ujar Norsan dengan nada prihatin.

Kecurigaan Adanya Pihak Ketiga

Lebih lanjut, Norsan menyampaikan kecurigaannya bahwa ada pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini untuk membangun opini negatif terhadap pemerintah provinsi. Ia menduga bahwa materi kritikan dalam video tersebut bukan sekadar soal jalan rusak, melainkan mengandung pesan moral yang lebih dalam dan cenderung menyudutkan posisinya sebagai gubernur.

"Tapi kalau saya lihat, materi kritikannya bukan sekadar soal jalan. Ada pesan moral yang ingin disampaikan, bahkan cenderung menyudutkan gubernur. Itu pasti ada pemainnya," tegas Norsan, mengisyaratkan kemungkinan adanya aktor di balik viralnya konten tersebut.

Dampak dan Implikasi Sosial

Insiden ini menyoroti beberapa isu penting:

  • Kondisi infrastruktur di daerah terpencil seperti Sepauk yang masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
  • Etika komunikasi politik yang melibatkan anak-anak, menimbulkan pertanyaan tentang batasan dalam menyampaikan kritik.
  • Peran media sosial dalam mempercepat penyebaran isu-isu lokal menjadi perbincangan nasional.

Video viral bocah kritik jalan rusak ini telah membuka mata banyak pihak tentang realitas kondisi jalan di Kalimantan Barat, sekaligus mengingatkan akan pentingnya menjaga netralitas dan kepentingan terbaik anak dalam setiap diskusi publik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga