Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman mengambil langkah tegas untuk menjaga kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Jakarta Barat mendapat sanksi penghentian sementara (suspend) karena kondisi tidak layak. Tindakan ini diambil setelah Dudung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua SPPG di Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Selasa, 12 Mei 2026. Hasil sidak menemukan dapur kotor dengan tumpukan sampah dan belatung.
BGN Beri Sanksi Suspend
Menindaklanjuti temuan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung memberikan sanksi penghentian sementara kepada kedua penyedia makanan. Dudung menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk pengawasan nyata pemerintah di lapangan. "Jadi memang menurut saya itu tidak layak dan itu oleh kepala BGN langsung direspon, sehingga di-suspend saya lihat itu," kata Dudung dalam siaran persnya, Kamis (14/6/2026). Penertiban ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan anak-anak penerima MBG mendapatkan makanan bersih, sehat, dan bergizi.
Peringatan Keras untuk Pengelola SPPG
Dudung menegaskan akan melakukan sidak ke berbagai daerah lain menyusul laporan ketidaksesuaian standar di beberapa wilayah. "Nah ini yang saya sidak dan saya akan cek ke beberapa daerah. Saya mendengar di Jawa Tengah, di Jawa Barat ada hal-hal yang prosesnya dari mulai penentuan titik sampai kepada proses pembuatan makanan, pengiriman dan sebagainya. Ini tidak sesuai dengan standar," jelasnya. Ia memberikan peringatan keras kepada yayasan dan investor pengelola SPPG agar tidak menjadikan program ini semata-mata ladang bisnis tanpa memperdulikan standar kualitas gizi. Dudung telah berkoordinasi dengan Kepala BGN, Dadan Hindayana, terkait potensi pelanggaran. "Saya sudah komunikasi dengan Pak Dadan agar diantisipasi kepada yayasan maupun investor yang segala rupanya ingin mengambil suatu keuntungan, ini agar betul-betul diwaspadai," tegas mantan KSAD itu.
Prioritaskan Generasi Penerus
Dudung mengingatkan bahwa program MBG adalah upaya pemerintah memajukan bangsa. Ia meminta para penyedia MBG memprioritaskan keselamatan dan masa depan generasi penerus. "Ya saya sampaikanlah kepada yayasan-yayasan yang mendirikan untuk membuat MBG dan sebagainya, ya tolonglah berpikir untuk memajukan bangsa, ini anak-anak kita kasihan. Tidak semudah kemudian orang seakan-akan, yang penting ada dapat keuntungan dari uang itu," tutur Dudung. Pengawasan ketat ini juga untuk mencegah insiden keracunan makanan yang membahayakan kesehatan anak. KSP bersama BGN akan terus bersinergi melakukan penindakan. "Hal-hal ini saya akan terus-menerus, tentunya bersama-sama juga dengan BGN untuk menjaga hal-hal yang memang kurang baik," pungkas Dudung.



