Bupati Tangerang Imbau ASN Gunakan Transportasi Umum untuk Efisiensi BBM
Bupati Tangerang Dorong ASN Naik Kendaraan Umum Hemat BBM

Bupati Tangerang Dorong ASN Manfaatkan Kendaraan Umum untuk Penghematan BBM

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, secara resmi mengimbau agar aparatur sipil negara (ASN) dan seluruh pegawai di wilayahnya yang melaksanakan kerja dari kantor (WFO) dapat memanfaatkan transportasi umum. Imbauan ini bertujuan untuk mengoptimalkan penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah upaya efisiensi energi yang digalakkan pemerintah.

"Bagi ASN yang diperlukan kehadirannya karena keadaan darurat, mereka bisa datang menggunakan kendaraan umum seperti ojek online atau bus jemputan," tegas Maesyal dalam pernyataannya di Tangerang, Kamis (9 April 2026), seperti dilaporkan oleh Antara. Dia menekankan bahwa pentingnya mobilitas yang efisien tanpa mengorbankan pelayanan publik.

Kampanye Transportasi Umum Juga Berlaku untuk Pegawai WFH

Maesyal menjelaskan bahwa kampanye penggunaan transportasi umum tidak hanya terbatas pada ASN yang WFO, tetapi juga mencakup pegawai yang menjalankan skema kerja dari rumah (WFH). "Jika ada keperluan mendesak yang membutuhkan kehadiran fisik, mereka dapat memanfaatkan kendaraan umum untuk pergi ke kantor," ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong budaya kerja yang adaptif dan ramah lingkungan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sebagai bagian dari upaya penghematan energi, Bupati Tangerang mengaku telah menerapkan beberapa kebijakan strategis. Salah satunya adalah penerapan WFH satu hari dalam seminggu, sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi konsumsi BBM dan listrik secara signifikan.

Aturan Tambahan untuk Efisiensi Energi di Instansi

Lebih lanjut, Maesyal menyebutkan bahwa selain imbauan penggunaan transportasi umum, pemerintah kabupaten juga telah menyusun aturan tambahan bagi masing-masing instansi. Aturan ini berfokus pada penghematan energi listrik, seperti mengurangi penggunaan AC dan lampu di kantor-kantor. "Di tempat umum, penerangan tetap diperlukan, tetapi untuk kantor, kami akan mengumumkan kebijakan penghematan energi sebagai bagian dari penetapan efisiensi," jelasnya.

Kebijakan ini sejalan dengan transformasi budaya kerja ASN yang digagas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam surat edaran terbaru, Kemendagri menetapkan aturan ketat bagi ASN yang WFH, termasuk kewajiban merespons panggilan atau pesan dalam waktu kurang dari 5 menit dan menjaga ponsel tetap aktif dengan fitur lokasi yang diaktifkan selama jam kerja.

Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih efisien, sambil mendukung upaya nasional dalam penghematan energi dan pengurangan emisi karbon. Imbauan Bupati Maesyal diharapkan dapat diikuti oleh seluruh ASN dan pegawai, sehingga memberikan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan dan anggaran daerah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga