Banjir Jakarta 8 Maret 2026: 5 Fakta Penting dari Hujan Ekstrem dan Dampaknya
Banjir Jakarta 8 Maret 2026: 5 Fakta Penting

Banjir Jakarta 8 Maret 2026: 5 Fakta Penting dari Hujan Ekstrem dan Dampaknya

Sejumlah wilayah dan ruas jalan di Jakarta terendam banjir pada hari Minggu, 8 Maret 2026, imbas hujan deras yang mengguyur semalaman. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir sempat melanda di 148 Rukun Tetangga (RT) dan 20 ruas jalan, dengan ketinggian air mencapai hingga 150 cm di beberapa titik.

"BPBD mencatat saat ini terdapat 148 RT dan 20 Jalan tergenang," ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).

1. Curah Hujan Jakarta Mencapai 264 mm, Dikategorikan Sangat Tinggi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa banjir ini disebabkan oleh curah hujan yang terbilang sangat tinggi. "Hari ini di Jakarta dan sekitarnya, curah hujan itu 264 mm per hari. Itu termasuk curah hujan yang sangat, sangat, sangat tinggi," kata Pramono kepada wartawan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dia menambahkan bahwa sejumlah titik sudah dilakukan pemompaan sejak semalam, namun mengingatkan akan ada debit air kiriman dari wilayah penyangga seperti Bogor dan Tangerang yang juga mengalami hujan tinggi.

2. 1.200 Pompa Disiagakan untuk Antisipasi Banjir

Pramono Anung meminta sekitar 1.200 pompa untuk disiagakan, termasuk pompa portabel di daerah rawan banjir seperti Jalan Daan Mogot di Jakarta Barat dan Jalan DI Panjaitan. "Alhamdulillah, di dua tempat itu dari tadi pompa terus dilakukan dan lalu lintas bisa berjalan walaupun ada sedikit genangan," ujarnya.

3. Normalisasi Sungai Diharapkan Kurangi Banjir, Tapi Tak Bisa Hilangkan Sepenuhnya

Pramono yakin bahwa normalisasi tiga sungai—Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut—dapat mengurangi banjir di Jakarta. Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2027. "Cakung Lama mudah-mudahan di tahun 2027 itu akan selesai dan kalau itu bisa diselesaikan, maka akan mengurangi banjir di Jakarta," katanya.

Namun, dia menegaskan bahwa banjir tidak mungkin hilang sepenuhnya karena permukaan air laut sekarang lebih tinggi daripada permukaan tanah di Jakarta.

4. Underpass Mampang Terendam, Lalu Lintas Sempat Terganggu

Hujan intensitas tinggi menyebabkan Underpass Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, terendam dengan genangan sekitar 10 cm. Kendaraan tidak bisa melintas, dan akses jalan ditutup sementara. Petugas Damkar Jaksel, Surya, menyatakan bahwa ini pertama kalinya banjir terjadi di underpass tersebut, dan pemompaan dilakukan sejak pukul 10.30 WIB.

Rute 6V Transjakarta sempat dialihkan, dan Halte Duren Tiga-Mampang Prapatan tidak beroperasi. Pada pukul 14.08 WIB, banjir surut dan lalu lintas kembali normal, termasuk layanan Transjakarta.

5. Evakuasi Anak-anak dan Lansia di Kawasan Permukiman

Banjir dengan ketinggian air sekitar 2 meter merendam kawasan permukiman di Jalan Kalandianti, Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan. Personel Brimob Polda Metro Jaya membantu mengevakuasi warga, termasuk lansia dan anak-anak, dari rumah yang tergenang.

"Anggota kami turun langsung ke lokasi untuk memastikan warga yang berada di area genangan dapat dibantu dan dievakuasi dengan aman," ujar Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto.

Banjir ini menandakan tantangan serius bagi Jakarta dalam menghadapi cuaca ekstrem, dengan upaya mitigasi seperti normalisasi sungai dan kesiapan pompa menjadi kunci untuk mengurangi dampaknya di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga