Mendagri: 11 Daerah di Sumatra Masih Butuh Perhatian Khusus Pascabencana, Mayoritas di Aceh
11 Daerah di Sumatra Butuh Atensi Khusus Pascabencana

Mendagri Soroti 11 Daerah di Sumatra yang Masih Butuh Atensi Khusus Pascabencana

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan bahwa hingga saat ini, masih terdapat 11 kabupaten atau kota di tiga provinsi di Sumatra yang memerlukan perhatian khusus dalam penanganan pascabencana. Dari jumlah tersebut, wilayah terbanyak yang masih membutuhkan atensi berada di Provinsi Aceh, menandakan bahwa pemulihan di daerah itu masih menjadi prioritas utama pemerintah.

Kondisi di Aceh: 10 Daerah Normal, 8 Masih Butuh Perhatian

Dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera yang digelar di Kementerian Dalam Negeri pada Rabu, 11 Februari 2026, Tito Karnavian menguraikan situasi terkini. Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sebanyak 18 di antaranya terdampak bencana. Saat ini, 10 daerah telah dinyatakan kembali normal, sementara dua wilayah lainnya, yaitu Bener Meriah dan Gayo Luwes, dikategorikan mendekati normal.

"Meskipun Gayo Luwes masuk dalam kategori mendekati normal, daerah tersebut tetap akan mendapatkan perhatian pemerintah. Kami akan berikan atensi yang diperlukan," tegas Tito, menekankan komitmennya untuk memastikan pemulihan menyeluruh.

Namun, masih ada enam kabupaten di Aceh yang memerlukan atensi khusus, yaitu Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tengah. Daerah-daerah ini menjadi fokus utama dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Sumatra Barat dan Sumatra Utara: Masing-masing Dua Daerah Butuh Perhatian

Di Sumatra Barat, dari 19 kabupaten/kota yang terdampak bencana, dua daerah masih membutuhkan atensi khusus, yakni Kabupaten Agam dan Padang Pariaman. "Terutama masalah pengungsian, kemudian sekolah dan lain-lain," jelas Tito, menyoroti tantangan yang dihadapi, seperti penanganan pengungsi dan pemulihan fasilitas pendidikan.

Sementara itu, di Sumatra Utara, dua kabupaten juga masih memerlukan perhatian khusus, yaitu Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar wilayah telah pulih, beberapa area masih menghadapi kendala signifikan dalam proses pemulihan.

70 Persen Wilayah Telah Kembali Normal dalam Dua Bulan

Secara keseluruhan, dari 52 kabupaten/kota yang terdampak bencana di tiga provinsi Sumatra, sebanyak 37 daerah atau sekitar 70 persen telah kembali normal dalam waktu sekitar dua bulan. "Artinya, dari 52 kabupaten/kota, ada 37 yang sudah normal. Jika dipersentasekan, lebih kurang 70 persen telah pulih dalam kurun waktu dua bulan," papar Tito Karnavian.

Pencapaian ini mencerminkan upaya percepatan rehabilitasi yang dilakukan pemerintah, meskipun masih ada pekerjaan rumah untuk 11 daerah yang membutuhkan atensi khusus. Proses pemulihan total diperkirakan memakan waktu 2–3 tahun, sebagaimana diungkapkan dalam laporan sebelumnya.

Dengan fokus pada daerah-daerah yang masih terdampak, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pemulihan ekonomi, sosial, dan infrastruktur, terutama menjelang Ramadan, agar kebutuhan pokok masyarakat di wilayah bencana tetap terjangkau.