Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara, Jalani Masa Percobaan
Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara

Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, resmi dibebaskan lebih awal dari penjara di Bangkok pada Senin, 11 Mei 2026. Miliarder telekomunikasi berusia 76 tahun itu telah menjalani hukuman delapan bulan dari vonis satu tahun penjara akibat kasus korupsi.

Setelah dibebaskan, Thaksin akan diwajibkan mengenakan alat pemantau elektronik selama masa percobaan yang berlangsung selama empat bulan. Ia terlihat memeluk anggota keluarganya di luar penjara, disambut oleh ratusan pendukung setianya yang mengenakan kemeja merah khas. Beberapa di antaranya meneriakkan, "Kami mencintai Thaksin," seperti dilaporkan oleh jurnalis AFP.

Dukungan dan Spekulasi Politik

Seorang pendukung setia, Janthana Chaidej, yang mengambil cuti dari pekerjaannya sebagai koki restoran, menyatakan, "Thaksin mungkin akan absen selama beberapa bulan, tetapi dia tidak akan meninggalkan politik." Thaksin sendiri mengatakan kepada wartawan, "Saya berhibernasi selama delapan bulan," seraya menambahkan bahwa ia merasa "lega" setelah dibebaskan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Mesin politik Thaksin selama dua dekade terakhir telah menjadi saingan utama elit pro-militer dan pro-kerajaan Thailand. Partainya, Pheu Thai, telah menjadi partai politik paling sukses di Thailand pada abad ke-21, dengan keluarga Shinawatra menghasilkan empat perdana menteri dan mendapatkan dukungan luas dari penduduk pedesaan.

Masa Depan Dinasti Thaksin

Namun, Pheu Thai mengalami hasil pemilihan terburuknya pada Februari lalu, merosot ke posisi ketiga. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan dinasti Thaksin. Meski demikian, masuknya Pheu Thai ke dalam koalisi pemerintahan Perdana Menteri konservatif Anutin Charnvirakul membuka kemungkinan kembalinya Thaksin ke dunia politik.

Menurut dosen ilmu politik Wanwichit Boonprong, bagi para pendukung setianya, pembebasan Thaksin "akan memperkuat Pheu Thai dalam jangka pendek karena orang-orang akan merasa bahwa pemilik Pheu Thai telah kembali." Thaksin masih memiliki kasus pidana lain yang menunggu keputusan hukum.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga