Surat Sony Sonjaya ke Kepala BGN Baru Usai Jadi Tersangka: Terima Kasih Atas Hadiah Indah
Surat Sony Sonjaya ke Kepala BGN Baru Usai Jadi Tersangka

Jakarta - Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menulis surat untuk Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang. Surat tersebut diunggah melalui akun Instagram @sonysonjayabd pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 22.30 WIB, tidak lama setelah Sony ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Isi Surat Sony Sonjaya

Dalam surat yang ditulis tangan dan dilengkapi tanda tangan, Sony menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih. "Kepada Yth: Ibu Nanik S Deyang, selamat atas jabatan baru sebagai Kepala BGN. Terima kasih atas hadiah indah yang telah diberikan kepada saya," tulisnya. Unggahan tersebut juga disertai deskripsi yang berbunyi: "Sebuah kebahagiaan melihat sahabat dan rekan yang baik mendapatkan amanah yang lebih besar untuk mengabdi kepada bangsa. Selamat atas jabatan baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas. Teruslah menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi banyak orang. Doa terbaik selalu menyertai setiap langkah pengabdian untuk Indonesia."

Respons Warganet

Unggahan tersebut langsung mendapat perhatian luas. Hingga Kamis (4/6) pukul 07.00 WIB, unggahan itu telah memperoleh lebih dari 1.000 like dan ratusan komentar. Banyak warganet yang memberikan dukungan maupun kritik terhadap situasi yang dialami Sony.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penetapan Tersangka

Sebelumnya, Sony bersama dua mantan pimpinan BGN lainnya, Dadan Hindayana dan Lodewyk Pusung, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah kemudian menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, serta Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Proses Hukum oleh Kejaksaan Agung

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melakukan penyelidikan selama sekitar satu minggu sebelum menetapkan ketiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka. Direktur Penyidikan Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, dalam konferensi pers di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (3/6), mengungkapkan bahwa meskipun penyelidikan baru berlangsung sepekan, pihaknya telah mempelajari kasus tersebut sejak beberapa waktu sebelumnya. "Kalau mempelajarinya ya, mempelajarinya mungkin sejak beberapa waktu yang lalu ya. Tapi kalau lidik kita memang sekitar satu minggu ya. Tapi kalau mempelajari itu sebelum lidik kita sudah pelajari ya," ujarnya.

Syarief menambahkan bahwa perhatian mereka tertuju pada beberapa laporan masyarakat, termasuk ketidaksesuaian spesifikasi dapur-dapur program MBG. "Di situ memang ada beberapa perhatian kita, perhatian kita. Mungkin ada beberapa laporan dari masyarakat, kemudian ada apa namanya dapur-dapur yang tidak sesuai ya, tidak sesuai spek atau tidak sesuai dengan ketentuan. Nah itulah mulai kami melakukan pendalaman dan penelaahan," jelasnya.

Ia juga mengonfirmasi bahwa pengadaan barang dan jasa dalam perkara ini sudah terealisasi seluruhnya, termasuk kendaraan atau motor listrik. "Oh, pengadaan barang dan jasa sudah terealisasi. Semuanya sudah, sudah terealisasi," tegasnya.

Kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025-2026 ini menjadi sorotan publik, terutama dengan penetapan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dalam waktu yang bersamaan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga