Prabowo: Negara Ambil Alih Tambang Ilegal, Target 8 Juta Hektare Kembali ke Rakyat
Prabowo: Negara Ambil Alih Tambang Ilegal, Target 8 Juta Ha

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengambil alih tambang ilegal dan mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat. Dalam pidato peringatan Hari Buruh atau May Day 2026 di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026), Prabowo menyatakan bahwa kekayaan bangsa tidak boleh dicuri oleh siapa pun.

Penertiban Tambang Ilegal

Prabowo mengungkapkan bahwa sejak menjabat, ia mempelajari data dan menyadari betapa kayanya Indonesia. Namun, banyak kekayaan yang dicuri melalui penambangan ilegal. "Setelah saya jadi Presiden, saya belajar, saya lihat data-data, percayalah negara kita sangat kaya. Hanya kekayaannya ini banyak yang dicolong. Mereka bikin kebun tanpa izin. Banyak bikin tambang tanpa izin. Aku sudah ambil alih itu semua," ujar Prabowo.

Hingga saat ini, negara telah berhasil mengambil alih hampir 5 juta hektare tambang ilegal. Prabowo menargetkan hingga akhir tahun 2026, total lahan yang dikuasai negara mencapai 8 juta hektare. "Saudara-saudara sekalian. Sampai hari ini sudah hampir 5 juta hektare yang kita kuasai kembali ke rakyat. Perhitungan saya sampai akhir 2026 kita akan kuasai kembali sampai 8 juta hektare," yakin Prabowo.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Hasil dari tambang-tambang tersebut akan dikelola negara dan dikembalikan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. "Jadi kita sudah tutup ribuan tambang ilegal, ribuan, dan ini kita akan kelola dan ini nanti akan kita kuasai semua dan itu nanti untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia," imbuhnya.

Pengabdian untuk Rakyat

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo berjanji akan mengabdikan sisa hidupnya untuk rakyat. Kepada ribuan buruh yang hadir, ia menyatakan, "Saudara memberi mandat kepada saya dan percayalah saya akan memberi segalanya untuk membela rakyat saya! Sisa hidup saya, sisa hidup saya adalah untuk rakyat saya, saudara-saudara sekalian."

Prabowo juga mengingatkan bahwa ia telah lima kali mencalonkan diri sebagai presiden, dengan empat kali kekalahan. Namun, ia merasa buruh, petani, dan nelayan selalu bersamanya. "Saya... lima kali saya ingin jadi presiden. Lima kali. Empat kali kalah. Tapi saya merasa, buruh, tani, dan nelayan selalu bersama saya saudara-saudara. Saya, kita tahu kadang-kadang elit-elit itu... kadang-kadang merekalah banyak akal. Tapi nggak apa-apa! Akhirnya saudara memberi mandat kepada saya," bangga Prabowo.

Ia meminta para menterinya untuk menyusun kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil. "Anda tanya semua menteri saya, saya memberi instruksi: saudara-saudara para menteri, kalau menyusun kebijakan, berpikir, bertanya, apakah ini menguntungkan rakyat kecil atau tidak? Kalau menguntungkan rakyat kecil, laksanakan. Itu sudah benar, enggak usah ragu-ragu," tegasnya.

Janji Rumah untuk Buruh

Prabowo juga berjanji agar para buruh dapat memiliki rumah sendiri. Ia mendengar bahwa 30 persen penghasilan buruh habis untuk mengontrak rumah. "Tadi kalian mengatakan penghasilan kalian 30 persen untuk kontrak, ya toh? Nanti, nanti kita akan yakinkan miliki rumah tersebut. Jadi yang tadi 30 persen untuk kontrak, kita kurangi. Itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri," ujar Prabowo.

Cicilan rumah dapat dilakukan hingga 40 tahun, karena Prabowo yakin buruh tidak akan lari dari kewajiban. "Cicilnya kalau bisa 20 tahun. Kalau enggak bisa 20 tahun, 25 tahun. Kalau belum lunas 25 tahun, 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun. Karena buruh tidak mungkin lari ke mana-mana, betul? Petani dan nelayan enggak mungkin lari ke mana-mana," tutup Prabowo.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga