Prabowo Luncurkan Biosolar B50, Ketua Komisi XII DPR Sebut Monumental
Prabowo Luncurkan Biosolar B50, DPR: Monumental di Dunia

Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang meluncurkan implementasi biosolar B50. Menurutnya, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan bahan bakar campuran biodiesel 50 persen ini, sebuah pencapaian yang dinilai monumental.

"Kita melihat hal ini tentu menjadi sesuatu yang monumental karena terus terang pelaksanaan B50 di seluruh dunia ini hanya terjadi di Indonesia saja, sehingga wajar kalau presiden mengatakan ini adalah suatu momen yang bersejarah," ujar Bambang kepada wartawan pada Minggu (12/7/2026).

Dampak Positif Biosolar B50 bagi Ekonomi dan Lingkungan

Politikus Partai Golkar itu juga menyoroti berbagai dampak positif dari peluncuran biosolar B50. Ia menyebutkan bahwa implementasi B50 akan membuka lapangan pekerjaan baru serta berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Jadi terkait dengan peluncuran B50 ini, ini memang menjadi momen bersejarah. Kita melihat pada peluncuran tersebut, Menteri ESDM melaporkan bahwa akan terjadi penghematan devisa sekitar Rp 170 triliun, kemudian juga penambahan lapangan pekerjaan dan juga bagaimana partisipasi Indonesia di dalam penghematan emisi karbon," jelasnya.

Prabowo: Momen Bersejarah bagi Indonesia

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebut peluncuran Biosolar B50 sebagai momentum bersejarah bagi Indonesia. Menurutnya, implementasi B50 membuat Indonesia mendapat perhatian dunia karena dinilai sebagai salah satu negara terdepan dalam upaya menekan emisi karbon.

"Ini adalah hari penuh kebanggaan, akan dikenang, dan sekarang pun sudah membuat dunia buka mata," kata Prabowo saat peluncuran B50 di Rest Area Km 57, Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (9/7).

Prabowo menegaskan bahwa peluncuran B50 bukan sekadar tonggak penting bagi kemandirian energi nasional, tetapi juga memberikan dampak konkret bagi perekonomian Indonesia, khususnya melalui penghematan devisa negara hingga Rp 170 triliun.

"Jadi hari ini, saya ucapkan terima kasih atas semua unsur yang telah bekerja keras. Bayangkan, kita sekarang sudah bisa menghemat devisa uang keluar Rp 170 triliun. 10 miliar dolar kita hemat," kata Prabowo.

Peluncuran B50 ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau. Dengan menjadi pionir global dalam penggunaan biosolar B50, Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap energi terbarukan dan pembangunan berkelanjutan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga