Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan tegas kepada seluruh aparat hukum di Indonesia agar bersedia melakukan introspeksi dan perbaikan diri. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membersihkan institusi dari praktik penyelewengan dan korupsi yang merugikan negara.
Seruan Perbaikan di Peresmian Museum Ibu Marsinah
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan rumah singgah di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.
“Mari kita bersama-sama, tetapi seluruh aparat lainnya harus memperbaiki, Kejaksaan, Kepolisian, Tentara, harus koreksi diri, harus menghilangkan penyelewengan dan korupsi dari tubuh masing-masing,” tegas Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Larangan Menjadi Beking Kejahatan
Presiden kembali menekankan agar aparat memiliki keberanian untuk mengoreksi diri. Ia memperingatkan agar jangan sampai aparat justru menjadi pelindung di balik praktik ilegal seperti penyelundupan, narkoba, dan perjudian.
“Saya ulangi, seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi. Jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan, aparat yang beking penyelewengan, aparat yang beking penyelundupan, beking narkoba, beking judi, beking ini dan itu. Jangan sampai begitu, saudara-saudara,” ujarnya dengan nada serius.
Teladan yang Dicintai Rakyat
Prabowo juga berpesan kepada polisi dan TNI untuk menjadi teladan yang dicintai oleh rakyat. Menurutnya, hal tersebut telah dicontohkan oleh para pimpinan TNI dan Kepolisian saat ini.
“Saya mengimbau atas nama rakyat, jadilah tentara rakyat, jadilah polisi rakyat yang dicintai rakyat. Dan ini sudah dirintis oleh pimpinan TNI dan kepolisian,” pungkasnya.
Pernyataan ini menjadi pengingat bagi seluruh aparat penegak hukum untuk terus menjaga integritas dan menjauhkan diri dari praktik koruptif yang dapat merusak kepercayaan publik.



