Polisi Periksa 3 Pegawai de'Clan Terkait Korupsi PLN, ASABRI, Krakatau Steel
Polisi Periksa 3 Pegawai de'Clan Terkait 3 Kasus Korupsi

Polisi melakukan penggeledahan di kafe de'Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7/2026) terkait tiga kasus korupsi besar. Tiga pegawai kafe tersebut langsung diperiksa sebagai saksi di lokasi.

Tiga Pegawai Jadi Saksi

Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, mengonfirmasi bahwa tiga pegawai yang berada di lokasi saat penggeledahan turut diperiksa. "Ada tiga. Pegawai yang ada di lokasi," ujarnya di lokasi kejadian. Penggeledahan ini merupakan bagian dari penyidikan tiga kasus korupsi: pengadaan batu bara PLN yang memicu blackout, kasus ASABRI, dan penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI (anak perusahaan Krakatau Steel).

Uang Rp 60 Miliar Disita

Polisi menemukan uang dalam jumlah fantastis di brankas besar lantai dua kafe. Total uang yang disita mencapai sekitar Rp 60 miliar, terdiri dari SGD 3.130.000 (pecahan 100 SGD), USD 889.965, dan uang tunai Rp 259.159.000. Selain itu, polisi juga menyita 71 item barang bukti dan 16 mata uang asing di money changer Coin Money Changer, Cipete, dengan total nilai sekitar Rp 7,2 miliar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Untuk penggeledahan di lokasi de'Clan, kita telah melakukan penyitaan beberapa dokumen dan beberapa elektronik termasuk handphone," ungkap Irjen Totok. Barang bukti elektronik dan dokumen tersebut akan dianalisis untuk mengungkap aliran dana dan keterlibatan pihak lain.

Joint Investigation dengan Polda Metro Jaya

Irjen Totok menjelaskan bahwa pengusutan kasus ini dilakukan secara bersama atau joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Skema ini diterapkan dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang di PLN BB, ASABRI (2020-2025), dan dugaan korupsi dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI (2020-2025).

"Saat ini, Kortas Polri sedang melaksanakan dengan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian ASABRI tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI tahun 2020-2025," ujarnya.

Atensi Presiden Prabowo

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa pengusutan kasus ini mendapat atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. "Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," kata Budi Hermanto seusai penggeledahan.

Budi menambahkan bahwa penggeledahan ini terkait dugaan korupsi batu bara PLN yang menyebabkan blackout di Sumatera, kasus ASABRI, dan Krakatau Steel. Kasus-kasus yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. "Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," jelasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga