Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga kurang mampu dan penyandang disabilitas melalui program bantuan kursi roda. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk hadir langsung membantu masyarakat yang membutuhkan.
Komitmen Bupati Sidoarjo
Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan bahwa bantuan kursi roda akan terus disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Pemkab juga aktif turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Inisiatif yang kita jalankan saat ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo hadir dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang kurang mampu, termasuk mereka yang menempati hunian tidak layak serta individu yang memerlukan bantuan kursi roda,” kata Subandi pada Selasa, 19 Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi masyarakat.
“Program kursi roda ini bagi warga yang membutuhkan akan terus kita bantu. Kita keliling, ketika ada warga membutuhkan, tentu kita harus turun. Mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa mengurangi beban beliau dan keluarganya,” tambahnya.
Data Disabilitas di Sidoarjo
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sidoarjo R. Mharta Wara Kusuma menyebutkan bahwa jumlah penyandang disabilitas yang tercatat di Kabupaten Sidoarjo mencapai 29.245 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14.330 orang telah menerima alat bantu, sedangkan 14.915 lainnya masih membutuhkan bantuan serupa.
“Kita fokuskan untuk pemberian bantuan itu untuk warga masyarakat kemiskinan ekstrem di Desil 1. Jumlahnya total ada 8.807,” ujarnya.
Mharta menjelaskan, alat bantu yang paling banyak disalurkan berupa kursi roda. Selain itu, Dinsos juga menyalurkan bantuan bagi penyandang tuna netra dan alat bantu dengar untuk tuna rungu.
“Jumlah disabilitas yang terbanyak menerima alat bantu adalah kursi roda. Ada juga untuk tuna netra, kemudian alat bantu dengar untuk tuna rungu. Ini jadi prioritas Dinas Sosial agar sedikit banyak bisa meng-cover kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Pendataan dan Penyaluran
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Dinsos melibatkan berbagai pilar sosial mulai dari SLRT, tenaga relawan hingga TKSK di tingkat kecamatan untuk melakukan pendataan langsung di lapangan.
“Nanti mereka mendata di lapangan, kemudian mengusulkan dan akhirnya dieksekusi oleh Pemkab Sidoarjo dengan pemberian alat bantu tersebut,” katanya.
Menurut Mharta, program bantuan sosial ini menjadi bagian dari semangat Pemkab Sidoarjo untuk terus hadir membantu masyarakat rentan, khususnya warga miskin ekstrem.
“Pak Bupati sudah luar biasa, termasuk Pemkab Sidoarjo yang senantiasa peduli karena masih banyak masyarakat miskin ekstrem. Ini menjadi tantangan pemerintah untuk terus door to door membantu masyarakat,” pungkasnya.



