KPK Sita Uang Ratusan Juta dari Mantan Staf Budi Karya dalam Kasus DJKA
KPK Sita Uang Ratusan Juta dari Mantan Staf Budi Karya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan telah menerima pengembalian uang dalam perkara dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Uang tersebut diserahkan oleh saksi bernama Robby Kurniawan (RK), mantan staf ahli Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (BKS).

Pengembalian Uang oleh Robby Kurniawan

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa penyidik melakukan pemeriksaan dan penyitaan pengembalian sejumlah uang yang diduga diterima oleh RK melalui seseorang berinisial BB. Pengembalian uang tersebut bernilai ratusan juta rupiah dan hanya berasal dari Robby Kurniawan. Budi tidak menjelaskan lebih detail mengenai inisial BB yang dimaksud.

Penelusuran Aliran Uang

Penyidik KPK masih terus menelusuri seluruh aliran uang dalam perkara ini. Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi lainnya terus dilakukan untuk mengungkap apakah uang tersebut hanya berhenti di RK atau mengalir ke pihak-pihak lain. KPK akan memanggil saksi-saksi yang dapat memberikan keterangan terkait penerimaan uang tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pemeriksaan Saksi Lain

Sebelumnya, KPK telah memeriksa dua orang saksi dalam kasus ini. Salah satunya adalah karyawan PT Len Railway Systems (LRS), Ushadi Laksana, yang diduga berperan dalam pengumpulan fee proyek. Saksi lainnya adalah pemilik PT Dwifarita Fajarkharisma dan PT Hapsaka Mas, Muchamad Hicmat. Pemeriksaan dilakukan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Pengungkapan Kasus

Kasus ini mulai terkuak melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Tengah. KPK terus mengembangkan penyidikan hingga menemukan praktik serupa di Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi. Salah satu tersangka adalah Bupati Pati nonaktif Sudewo, yang diduga menerima suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api saat menjabat sebagai anggota Komisi V DPR RI.

KPK berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap semua pihak yang terlibat dalam praktik korupsi di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga