Jakarta - Kabar terbaru mengenai kondisi Nadiem Makarim, terdakwa kasus korupsi pengadaan Chromebook, menjadi sorotan utama hari ini. Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) itu langsung menjalani operasi setelah sidang tuntutan pada 13 Mei 2026. Saat ini, Nadiem masih dalam pengawasan ketat tim dokter.
Proses Pemulihan Nadiem Makarim
Kuasa hukum Nadiem, Zaid, menyampaikan bahwa kondisi kliennya masih dalam tahap pemulihan pascaoperasi. “Iya kondisi Pak Nadiem tentu saat ini masih dalam proses pemulihan pasca operasi, jadi ya kami pun masih belum mengunjungi karena memang masih beristirahat,” ujar Zaid kepada wartawan pada Rabu, 20 Mei 2026.
Zaid berharap Nadiem dapat segera pulih sehingga bisa mengikuti sidang pleidoi yang dijadwalkan pada 2 Juni 2026. “Masih dalam perawatan, ya semoga lekas sembuh. Dan yang paling penting adalah tanggal 2 nanti dia bisa menyampaikan pleidoinya dan menjadikan pledoinya itu sebagai sebuah catatan sejarah bahwa dia tidak pantas dikriminalisasi,” ungkapnya.
Pelantikan 891 Pejabat DKI Jakarta
Berita terpopuler lainnya datang dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan melantik sebanyak 891 pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026. Pelantikan ini mayoritas diperuntukkan bagi pejabat Eselon 3 dan Eselon 4.
“Bukan hanya Eselon 2, tapi lebih banyak Eselon 3 dan Eselon 4,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta. Menurutnya, pengisian jabatan ini bertujuan untuk mengisi posisi kosong yang selama ini diisi oleh pelaksana tugas (Plt). “Jadi saya memang berkeinginan semua jabatan itu jangan sampai ada idle dan ada kosong. Karena organisasi itu tercermin bagaimana berjalan dengan baik, sudah tidak ada lagi Plt,” tegasnya.
Pengamanan Demo Hari Kebangkitan Nasional
Polda Metro Jaya mengerahkan 14.237 personel gabungan untuk mengawal aksi penyampaian pendapat saat Hari Kebangkitan Nasional 2026 pada Rabu, 20 Mei 2026. Pengamanan disebar di sejumlah titik rawan unjuk rasa di Jakarta, seperti DPR/MPR, Monas, Kejaksaan Agung, Gedung Pelni, Bawaslu, hingga Tugu Proklamasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa personel yang dikerahkan terdiri dari 12.263 anggota Polri, 500 personel TNI, 74 personel pemda, 400 Pamdal DPR/MPR RI, serta 1.000 Sabuk Kamtibmas dan Potmas. “Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya mempersiapkan kegiatan masyarakat dalam penyampaian pendapat di muka umum, termasuk terkait situasi arus lalu lintas,” ujar Budi.



