Koalisi masyarakat sipil di Surabaya menggelar aksi demonstrasi bertajuk 'Rakyat Surabaya Menggugat' di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (15/6). Aksi ini bertujuan menyampaikan tuntutan dan protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat.
Tuntutan Aksi Kamisan Surabaya
Koordinator Lapangan Aksi Kamisan Surabaya, Muhammad Ikhsan Aditya, mengungkapkan beberapa poin tuntutan utama. Pertama, pencabutan revisi Undang-Undang Polri yang dinilai dilakukan secara terburu-buru. Kedua, pencabutan Undang-Undang TNI tahun 2025 yang dianggap memberi ruang bagi praktik militerisme dan dwifungsi TNI, dengan tuntutan mengembalikan TNI ke barak.
Selain itu, aksi juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang membebani APBN, penurunan harga BBM, penguatan nilai tukar rupiah, serta penghentian eksploitasi alam.
Pemilihan Lokasi Strategis
Ikhsan menjelaskan bahwa Gedung Grahadi dipilih karena berada di jalan utama yang ramai dilintasi warga Surabaya. "Grahadi adalah bagian dari jalan yang biasa dilewati rakyat Surabaya. Di sana ada gedung bersejarah, dan kami berharap bisa menyampaikan aspirasi di depan Grahadi," ujarnya.
Ia memastikan aksi ini terbuka bagi mahasiswa, pekerja, buruh, dan elemen masyarakat sipil lainnya. Aksi ini merupakan respons terhadap situasi terkini sekaligus menjadi pemantik untuk aksi yang lebih besar ke depan.
BEM SI Jatim Gelar Aksi Rabu
Sementara itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Jawa Timur berencana menggelar aksi terpisah pada Rabu (17/6). Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Timur, Muhammad Aqomaddin, mengatakan persiapan masih berlangsung, termasuk penentuan titik lokasi.
"Kami rencanakan aksi tanggal 17 Juni 2026, hari Rabu. Titik lokasinya belum fix karena kami belum melakukan pengecekan ke lapangan," kata Aqomaddin. Ia menyebutkan lima tuntutan yang akan disuarakan: menghentikan program MBG dan KDMP, mencabut UU Polri dan UU TNI, menurunkan harga BBM, menolak militerisme, dan memperkuat rupiah.
Untuk mematangkan persiapan, BEM SI Jatim akan menggelar konsolidasi lanjutan pada H-1, yaitu Selasa (16/6). Sebelumnya, gelombang demo serupa juga terjadi di Jakarta, Solo, Bandung, dan Yogyakarta pada pekan lalu.



