Istiqlal Tak Lagi Bagikan Daging Kurban Langsung ke Individu, Ini Alasannya
Istiqlal Hentikan Pembagian Daging Kurban Langsung ke Individu

Masjid Istiqlal Jakarta Pusat tahun ini mengubah mekanisme distribusi daging kurban. Tidak ada lagi pembagian langsung kepada individu seperti tahun-tahun sebelumnya. Seluruh hewan kurban disalurkan melalui mitra resmi, seperti masjid binaan dan organisasi masyarakat yang telah terverifikasi.

Alasan Perubahan Mekanisme

Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menjelaskan bahwa pihaknya menerima sekitar 750 proposal permohonan daging kurban dari berbagai lembaga. Namun, tidak semua permohonan dapat dipenuhi. Prioritas diberikan kepada masjid dan musala binaan Istiqlal, panti asuhan, panti jompo, pondok pesantren, majelis taklim, warga sekitar, ormas Islam, serta pekerja di lingkungan masjid.

"Yang pasti bahwa kita di sini ada prioritasnya," ucap Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Kamis (28/5).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menghindari Kerumunan Massa

Ketua Panitia Iduladha Masjid Istiqlal, Mas'ud Halimin, menambahkan bahwa keputusan ini diambil untuk mencegah penumpukan massa di kawasan masjid. Pengalaman buruk sebelumnya dengan membludaknya masyarakat saat pembagian langsung menjadi pertimbangan utama.

"Pertama, menghindari tumpukan massa di Istiqlal karena kalau kita membagikan secara individu kita enggak bisa membatasi masyarakat yang datang ke sini dan itu bisa menimbulkan crowded yang luar biasa," kata Mas'ud.

Distribusi kini diatur berdasarkan jadwal pengambilan yang telah dikonfirmasi panitia kepada lembaga penerima. Sistem shift diterapkan agar tidak terjadi kerumunan.

Jangkauan Lebih Luas

Mas'ud menilai distribusi melalui lembaga membuat jangkauan penerima menjadi lebih luas. Daging kurban tidak hanya dibagikan untuk warga sekitar Istiqlal, tetapi juga ke komunitas binaan di berbagai daerah.

"Jangkauan hewan kurban ini tidak hanya ke masyarakat yang ada di sekitar Istiqlal tapi masyarakat yang lebih luas," ujar Mas'ud.

Ia menegaskan bahwa daging kurban tetap dibagikan kepada masyarakat, hanya mekanismenya yang berubah. "Kita tidak bagikan secara individu, tapi baginya lembaga per lembagaan. Mereka yang punya jemaah, mereka yang punya komunitas, mereka yang menyalurkan," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga