Hoaks Video Mensesneg Bagikan Dana Pensiun Rp 130 Juta
Hoaks Video Mensesneg Bagikan Dana Pensiun Rp 130 Juta

KOMPAS.com - Sebuah video yang memperlihatkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi diklaim membagikan bantuan dana pensiunan sebesar Rp 130 juta untuk seluruh masyarakat Indonesia. Narasi ini beredar di media sosial sejak awal Juli 2026. Menurut unggahan tersebut, dana bantuan untuk pensiunan itu cair mulai 1 Juli 2026. Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi dalam video tersebut tidak benar alias hoaks. Video yang dibagikan merupakan hasil rekayasa artificial intelligence (AI).

Narasi yang Beredar

Salah satu unggahan yang memperlihatkan Mensesneg Prasetyo Hadi membagikan bantuan dana pensiun senilai Rp 130 juta dibagikan oleh pengguna Facebook ini pada Selasa (7/7/2026). Dalam unggahan tersebut, video menampilkan sosok yang mirip Prasetyo Hadi dengan latar belakang logo Kementerian Sekretariat Negara, disertai teks yang menyebutkan bahwa bantuan dana pensiun sebesar Rp 130 juta telah cair dan dapat diklaim oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Hasil Investigasi Tim Cek Fakta

Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran mendalam terhadap video tersebut. Dengan menggunakan alat deteksi AI dan analisis forensik digital, tim menemukan beberapa kejanggalan yang menunjukkan bahwa video tersebut adalah hasil manipulasi. Gerakan bibir (lip-sync) tidak sinkron dengan suara, detail wajah tampak tidak alami, dan terdapat artefak visual yang umum ditemukan pada video hasil generasi AI. Selain itu, tidak ada pengumuman resmi dari Kementerian Sekretariat Negara atau sumber pemerintah lainnya mengenai program bantuan dana pensiun Rp 130 juta.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Klarifikasi dari Pemerintah

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Mensesneg Prasetyo Hadi atau pihak Kementerian Sekretariat Negara mengenai video tersebut. Namun, praktik penyebaran informasi palsu dengan menggunakan teknologi AI semakin marak terjadi. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan program bantuan sosial atau keuangan, dengan mengacu pada sumber resmi pemerintah.

Dampak Hoaks Ini

Penyebaran video hoaks ini berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan pensiunan dan masyarakat umum. Banyak warga yang mungkin tertipu dan berusaha mengklaim dana yang tidak ada, atau bahkan menjadi korban penipuan berkedok bantuan sosial. Tim Cek Fakta Kompas.com menegaskan pentingnya literasi digital dan kewaspadaan terhadap konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan.

Sebagai informasi, teknologi AI memang semakin canggih dan dapat digunakan untuk membuat video palsu yang sulit dibedakan dengan aslinya. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih kritis dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga