Hoaks Pesan Berantai Perampokan dengan Modus Daun Teh China
Hoaks Pesan Berantai Perampokan Daun Teh China

Pesan berantai yang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai perampokan dengan modus penawaran produk daun teh dari China kembali beredar di media sosial. Narasi tersebut mengklaim bahwa daun teh telah dicampur dengan obat bius yang dapat membuat orang yang menghirupnya tidak sadarkan diri. Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut adalah hoaks yang telah berulang kali muncul.

Narasi yang Beredar

Pesan berantai tentang perampokan dengan modus penawaran produk daun teh yang telah dicampur obat bius dibagikan oleh beberapa akun Facebook pada Juli 2026. Pesan tersebut berisi imbauan agar masyarakat tidak menerima atau mencium daun teh yang ditawarkan oleh orang tidak dikenal, karena dikhawatirkan dapat menyebabkan pingsan dan menjadi korban perampokan.

Fakta di Balik Hoaks

Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran dan menemukan bahwa narasi serupa sudah beredar sejak beberapa tahun lalu. Tidak ada bukti ilmiah atau laporan resmi dari kepolisian yang mendukung klaim bahwa daun teh dari China dicampur obat bius dan digunakan untuk merampok. Pihak berwenang juga tidak pernah mengeluarkan peringatan resmi terkait modus kejahatan tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, modus perampokan dengan menggunakan daun teh beracun belum pernah terkonfirmasi di Indonesia. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu melakukan verifikasi," ujarnya.

Dampak Hoaks

Penyebaran hoaks seperti ini dapat menimbulkan keresahan dan ketakutan yang tidak perlu di masyarakat. Selain itu, informasi palsu juga dapat mengalihkan perhatian dari modus kejahatan yang benar-benar terjadi. Masyarakat diminta untuk selalu waspada dan memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga