KOMPAS.com - Sebuah unggahan di media sosial mengklaim bahwa Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut Presiden Indonesia Prabowo Subianto sebagai seorang pecundang. Narasi ini mulai beredar pada pertengahan April 2026. Unggahan tersebut disertai dengan video yang memperlihatkan Araghchi sedang berpidato di atas podium, dengan keterangan teks bertuliskan: "Iran 'Prabowo Pecundang Amerika dan Israel'".
Fakta di Balik Klaim
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam unggahan tersebut merupakan kabar bohong atau hoaks. Tidak ada pernyataan resmi dari Abbas Araghchi yang menyebut Prabowo Subianto sebagai pecundang. Video yang digunakan dalam unggahan tersebut telah diedit dan diberi teks yang menyesatkan.
Penelusuran Lebih Lanjut
Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan verifikasi dengan menelusuri sumber asli video dan mencari pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Iran. Hasilnya, tidak ditemukan bukti yang mendukung klaim tersebut. Araghchi dalam pidatonya tidak pernah menyinggung nama Prabowo Subianto, apalagi menyebutnya dengan kata-kata negatif.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Selalu lakukan verifikasi sebelum menyebarkan berita, terutama yang bersifat provokatif atau mengandung fitnah.



