Jakarta - Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini menjadi kepala daerah ke-11 yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2026. Anggota Komisi II DPR Fraksi PKS Mardani Ali Sera menilai rentetan penangkapan kepala daerah ini harus menjadi pelajaran berharga bagi para pemilih di Indonesia.
Akar Masalah: Biaya Politik Tinggi dan Karakter Personal
Mardani Ali Sera mengungkapkan bahwa akar persoalan maraknya kepala daerah yang terjaring OTT KPK berasal dari dua faktor utama, yaitu biaya politik yang tinggi dan karakter personal. "Politik biaya tinggi dan karakter personal," kata Mardani saat dihubungi pada Rabu (22/7/2026).
Menurut politikus PKS tersebut, kepala daerah seharusnya adalah orang yang kuat dan berani membela kepentingan rakyat. Dengan karakter demikian, mereka dapat menolak suap dan berbagai godaan yang datang. "Kepala daerah harus orang kuat yang berani membela rakyat, bukan takluk pada oligarki. Karakter kuat dan pemberani bisa membuat kepala daerah berani mengatakan tidak pada suap dan godaan," ucapnya.
Pelajaran untuk Pemilih dan Peran Kemendagri
Mardani berharap fenomena maraknya kepala daerah yang terkena OTT ini menjadi pelajaran bagi para pemilih. "Ini jadi pelajaran juga untuk pemilih. Jangan pilih yang track record-nya calon yang tidak berani berkata dan tegas menolak suap," imbuhnya. Ia juga meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk lebih masif dalam melakukan pembinaan dan pencegahan korupsi di kalangan kepala daerah. "Kemendagri juga punya kewajiban membina dan membangun sistem yang mengokohkan kepala daerah agar berani melawan suap," tuturnya.
KPK Tetapkan Tiga Tersangka
KPK sebelumnya menetapkan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini sebagai tersangka dugaan korupsi karena diduga ikut bermain proyek dan menerima suap. Total penerimaan yang didapat mencapai Rp 12,4 miliar dalam bentuk uang tunai dan barang. "Berdasarkan bukti permulaan yang sah, KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan, dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka," kata Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (21/7).
Tiga tersangka tersebut adalah:
- Lalu Ahmad Zaini selaku Bupati Lombok Barat
- Sudirman selaku Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang Lombok Barat (PT AMGM)
- Alvonsus Gani selaku Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument (PT MSI)
Rincian Suap yang Diterima
Berikut rincian suap yang diterima Lalu Ahmad Zaini:
- Satu unit mobil Toyota Alphard senilai Rp 1,2 miliar
- Satu pasang sepatu Hermes senilai Rp 19 juta
- Akomodasi perjalanan Lombok-Jakarta pulang-pergi
- Uang tunai minimal Rp 380 juta
- Satu unit iPhone 17 Pro senilai Rp 26 juta
- Satu ekor sapi kurban senilai Rp 17 juta
Total keseluruhan yang diterima Lalu Ahmad mencapai Rp 12,4 miliar dalam bentuk uang, barang, dan fasilitas. KPK terus mendalami kasus ini dan mengembangkan penyidikan untuk mengungkap kemungkinan pihak lain yang terlibat.



