Bupati Blora Lantik 191 Pejabat, Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Bupati Blora Lantik 191 Pejabat, Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan

Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman secara resmi melantik dan mengambil sumpah atau janji jabatan terhadap 191 pejabat administrator, pengawas, dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora. Prosesi pelantikan digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati pada Rabu, 13 Mei 2026.

Tujuan Pelantikan untuk Perkuat Tata Kelola

Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Blora untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 22 orang merupakan pejabat eselon III setingkat sekretaris dinas dan camat. Selain itu, 48 orang lainnya adalah pejabat eselon III setingkat kepala bidang dan sekretaris kecamatan. Sisanya terdiri dari pejabat eselon IV dan pejabat fungsional di sejumlah organisasi perangkat daerah.

Penegasan Bupati: Jabatan adalah Amanah

Dalam sambutannya, Arief Rohman menegaskan bahwa mutasi, promosi, dan rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam birokrasi pemerintahan. Langkah ini menjadi bagian dari pembinaan karier aparatur sipil negara sekaligus penyegaran organisasi. "Pelantikan pada hari ini merupakan bagian dari kebutuhan organisasi dalam rangka meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat," ujar Arief.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia menekankan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar simbol kedudukan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas, dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab. "Saya berharap pejabat yang dilantik hari ini dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan tugas yang baru, memahami tugas pokok dan fungsi jabatan dengan baik, membangun komunikasi yang harmonis, meningkatkan koordinasi antar perangkat daerah, serta menciptakan budaya kerja yang produktif dan kolaboratif," lanjutnya.

Komitmen Anti Jual Beli Jabatan

Arief juga mengingatkan seluruh ASN agar mampu bekerja secara cepat, tepat, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta terus menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Blora dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih serta memperkuat reformasi birokrasi di seluruh sektor. "Saya meminta seluruh pejabat agar selalu menjunjung tinggi disiplin, profesionalitas, dan etika birokrasi dalam setiap pelaksanaan tugas, serta menghindari segala bentuk penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan masyarakat maupun mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Arief juga memastikan bahwa seluruh proses pengisian jabatan dilakukan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku. "Kalau ada temuan jual beli jabatan, laporkan kepada kami," tegas Arief. Pernyataan ini menegaskan sikap tegas pemerintah daerah terhadap praktik korupsi dalam birokrasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga