Boyamin Saiman Ingatkan Sahroni untuk Hati-hati Usai Kembali Jabat Wakil Ketua Komisi III DPR
Boyamin Saiman Ingatkan Sahroni Hati-hati Usai Kembali Jabat

Pesan Tegas Ketua MAKI untuk Sahroni Usai Kembali Jabat di Komisi III DPR

Ketua Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, memberikan pesan tegas kepada Ahmad Sahroni setelah politikus tersebut kembali aktif menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Boyamin menekankan bahwa momentum pengaktifan kembali ini harus dimanfaatkan Sahroni untuk bekerja lebih optimal, menjaga sikap, serta memperjuangkan kepentingan masyarakat dengan sungguh-sungguh.

Peringatan untuk Lebih Hati-hati dalam Bersikap

Dalam keterangannya pada Kamis, 19 Februari 2026, Boyamin Saiman menyatakan bahwa sanksi penonaktifan yang sebelumnya dijalani Sahroni merupakan bentuk hukuman etik yang patut dihargai. "Kita hormati karena prinsipnya kan memang kemarin dinonaktifkan dalam jangka waktu tertentu, enam bulan atau berapa itu kan. Terus sekarang kalau sudah enam bulan, ya diaktifkan lagi karena memang haknya dia gitu. Kalau tidak, malah nanti salah," ujar Boyamin.

Dia menjelaskan bahwa setelah masa sanksi sepenuhnya selesai, pengaktifan kembali Sahroni adalah hal yang wajar mengingat ia dipilih rakyat melalui proses Pemilu dengan periode lima tahun. Namun, Boyamin mengingatkan agar Sahroni dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik dan hati-hati dalam setiap tindakan serta pernyataannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dorongan untuk Bekerja Optimal dan Perbaiki Citra

Boyamin menegaskan bahwa justru dengan kembali aktif, Sahroni harus bekerja lebih giat. "Justru ya harus bekerja, kalau dia tidak bekerja malah salah gitu karena malah kena kode etik lagi kan. Ya, semoga ke depannya dia lebih hati-hati dalam berbicara, bersikap, dan lebih giat lagi menyalurkan aspirasi masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut, Boyamin menyoroti bahwa momentum ini seharusnya digunakan Sahroni untuk memperbaiki citra dan menebus kesalahan masa lalu melalui kerja nyata. "Justru dia harus menebus salah atau menebus dosa masa lalu dengan berbuat lebih baik, menunjukkan kerja kerasnya sebagai anggota DPR gitu," kata dia.

Fokus pada Isu Kemiskinan di Daerah Pemilihan

Secara khusus, Boyamin mengingatkan Sahroni untuk memberi perhatian lebih pada persoalan kemiskinan perkotaan dan kelompok rentan di daerah pemilihannya, yaitu Jakarta Utara dan Jakarta Barat. "Itu kan masih banyak kampung-kampung kumuh, kampung-kampung yang berada di bawah jembatan tol, jalan tol, kan gitu banyak ya. Itu harus diperjuangkan itu. Nelayan-nelayan Muara Angke itu kan banyak yang harus dia perjuangkan," tegas Boyamin.

Pelantikan Kembali Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III

Ahmad Sahroni dilantik kembali menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI menggantikan Rusdi Masse Mappasessu dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pada Kamis, 19 Februari 2026. Pergantian ini tertuang dalam surat dari pimpinan Fraksi Nasdem dengan nomor FNasdem107/DPR RI/ii/2026 tanggal 12 Februari 2026.

Usai dilantik, Sahroni menyampaikan terima kasih pada Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR yang telah memberikan hukuman atas pernyataannya yang dinilai tidak pantas. "Terima kasih untuk pimpinan MKD yang telah menyidangkan saya dan mudah-mudahan saya menjadi lebih baik ke depannya," kata Sahroni.

Dalam rapat tersebut, Dasco meminta persetujuan anggota Komisi III perihal pergantian pimpinan, yang kemudian disetujui secara bulat. Sahroni berharap dapat menjadi politikus yang lebih baik lagi ke depan setelah menjalani masa penonaktifan akibat pelanggaran etik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga