Polri secara resmi menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan, Polda Kalimantan Tengah, yang gugur saat menjalankan operasi pemberantasan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan. Keputusan ini diumumkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir pada Selasa, 7 Juli 2026.
Penghormatan dari Institusi
Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa penganugerahan KPLB Anumerta merupakan bentuk penghormatan negara dan institusi Polri atas jasa serta pengabdian almarhum dalam menjalankan tugas. "Semoga amal ibadah mereka diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta penghiburan," ujarnya. Selain itu, Polri berkomitmen untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut dan memastikan hak-hak keluarga para personel yang gugur terpenuhi.
Kronologi Operasi Narkoba
Peristiwa bermula dari operasi penindakan narkotika di Desa Tumbang Kalemei pada Rabu malam, 1 Juli 2026. Sebanyak 12 personel diterjunkan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu. Target operasi berinisial BIO, seorang residivis kasus narkotika, berhasil diamankan. Namun, situasi berubah ketika sejumlah orang di dalam rumah bersama warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan parang. "Massa kemudian bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan," kata Isir. Personel berupaya menyelamatkan diri dengan berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan.
Korban dan Pencarian
Serangan tersebut menewaskan Aipda Yudhie Perdana Putra yang ditemukan dengan luka akibat senjata tajam. Dua anggota lainnya, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, dinyatakan hilang. Pencarian melibatkan tim gabungan dari Polda Kalimantan Tengah, Polairud, Kodim 1019/Katingan, Basarnas, dan masyarakat. Bripda Nopandri Ramadhana ditemukan pada Sabtu, 4 Juli 2026, sekitar pukul 15.55 WIB di DAS Katingan. Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan korban ditemukan dalam keadaan kaku, terapung, dan tersangkut di ranting kayu. Sehari kemudian, Aiptu Sumaryanto ditemukan di Sungai Desa Rantau Asem, sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian.
Duka dan Tindak Lanjut
Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, jumlah personel Polri yang gugur menjadi tiga orang. Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menyampaikan belasungkawa dan menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius Bareskrim Polri. Tim gabungan terus melakukan penyelidikan dan mengejar para pelaku penyerangan. "Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," katanya.



