Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra berkolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mempersiapkan model pembiayaan dan pemberdayaan usaha bagi penyintas bencana di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Kabupaten Agam dipilih sebagai pilot project pengembangan program yang mengintegrasikan dukungan pembiayaan usaha dengan pendampingan kepada masyarakat. Melalui skema ini, pemerintah berharap proses pemulihan ekonomi dapat dipercepat.
Komitmen PNM dan Langkah Awal
PNM menyatakan komitmen mendukung proses pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana melalui penyediaan akses pembiayaan dan program pemberdayaan usaha. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat, serta memperkuat ketahanan sosial-ekonomi di wilayah yang terdampak bencana. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menerima laporan dari tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait berbagai langkah yang telah dijalankan.
Pendampingan dan Verifikasi Nasabah
Dalam pendampingan yang dilakukan BNPB bersama PNM, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, BPBD, serta instansi terkait, dibahas berbagai tahapan implementasi program, mulai dari penyusunan skema pembiayaan berbasis klaster usaha, verifikasi 5.843 nasabah termasuk 1.820 nasabah di Kabupaten Agam, hingga pemadanan data penerima bantuan. Pertemuan juga membahas progres penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara BNPB dan PT PNM beserta perjanjian kerja sama sebagai landasan pelaksanaan program.
“Pertemuan membahas rencana cluster pembiayaan usaha, verifikasi nasabah, pemadanan data penerima bantuan, progres penyusunan MoU BNPB-PNM, serta penyusunan perjanjian kerja sama sebagai dasar implementasi program,” tulis Tim BNPB dalam laporannya.
Kunjungan ke Hunian Sementara dan Potensi Ekonomi Lokal
Sebagai bagian dari pendampingan, Tim BNPB bersama PNM juga mengunjungi hunian sementara (huntara) di Kecamatan Palembayan dan Kecamatan Tanjung Raya. Saat itu, disosialisasikan program pembiayaan dan pemberdayaan usaha, agar masyarakat memiliki akses lebih luas terhadap permodalan, dan menerima pendampingan dalam mengembangkan usaha. Tim kemudian meninjau langsung sejumlah usaha milik masyarakat guna mengidentifikasi potensi pengembangan ekonomi lokal. Hasil identifikasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan skema pembiayaan yang disesuaikan dengan karakteristik usaha, sehingga bantuan yang diberikan dapat mendukung keberlanjutan usaha.
Langkah Selanjutnya dan Evaluasi Pilot Project
Ke depan, Satgas PRR melalui BNPB akan melanjutkan pengawalan penyusunan mekanisme kerja sama dengan PNM dan Pemkab Agam agar program dapat segera diimplementasikan. Hasil pelaksanaan pilot project ini selanjutnya akan dievaluasi sebagai dasar pengembangan model serupa di berbagai wilayah terdampak bencana lainnya.



