Satgas PRR dan PNM Siapkan Skema Pembiayaan Usaha bagi Penyintas di Agam
Satgas PRR dan PNM Siapkan Skema Pembiayaan Usaha di Agam

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tengah menyiapkan skema pembiayaan dan pemberdayaan usaha bagi penyintas bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana, tidak hanya terbatas pada pemulihan infrastruktur dan hunian.

Pilot Project Pemulihan Ekonomi

Kabupaten Agam dipilih sebagai pilot project pengembangan program yang mengintegrasikan dukungan pembiayaan usaha dengan pendampingan kepada masyarakat terdampak. Melalui model ini, pemerintah berharap proses pemulihan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat sekaligus menjadi contoh yang dapat diterapkan di daerah terdampak bencana lainnya.

Dalam pendampingan yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), PT PNM, Pemerintah Kabupaten Agam, BPBD, serta instansi terkait, dibahas berbagai tahapan implementasi program. Mulai dari penyusunan skema pembiayaan berbasis klaster usaha, verifikasi 5.843 nasabah, termasuk 1.820 nasabah di Kabupaten Agam, hingga pemadanan data penerima bantuan. Pertemuan juga membahas progres penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara BNPB dan PT PNM beserta perjanjian kerja sama sebagai landasan pelaksanaan program.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Verifikasi Nasabah dan MoU

Tim BNPB melaporkan, "Pertemuan membahas rencana cluster pembiayaan usaha, verifikasi nasabah, pemadanan data penerima bantuan, progres penyusunan MoU BNPB-PNM, serta penyusunan perjanjian kerja sama sebagai dasar implementasi program." Laporan tersebut disampaikan kepada Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, pada Sabtu (18/7/2026).

Sebagai bagian dari pendampingan, Tim BNPB bersama PT PNM juga mengunjungi hunian sementara di Kecamatan Palembayan dan Kecamatan Tanjung Raya. Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menyosialisasikan program pembiayaan dan pemberdayaan usaha kepada masyarakat terdampak agar penyintas memiliki akses yang lebih luas terhadap permodalan sekaligus pendampingan dalam mengembangkan usaha.

Identifikasi Potensi Ekonomi Lokal

Tim selanjutnya meninjau langsung sejumlah usaha milik masyarakat terdampak guna mengidentifikasi potensi pengembangan ekonomi lokal. Hasil identifikasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan skema pembiayaan yang disesuaikan dengan karakteristik usaha masyarakat sehingga bantuan yang diberikan tidak hanya memperkuat modal usaha, tetapi juga meningkatkan keberlanjutan usaha para penyintas.

PT PNM menyatakan komitmennya untuk mendukung proses pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana melalui penyediaan akses pembiayaan dan program pemberdayaan usaha. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial-ekonomi di wilayah yang terdampak bencana.

Langkah Selanjutnya

Ke depan, Satgas PRR melalui BNPB akan terus mengawal penyusunan mekanisme kerja sama dengan PT PNM dan Pemerintah Kabupaten Agam agar program dapat segera diimplementasikan. Hasil pelaksanaan pilot project tersebut selanjutnya akan dievaluasi sebagai dasar pengembangan model serupa di berbagai wilayah terdampak bencana lainnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga