Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter di Jantung Jakarta untuk Gedung MUI 40 Lantai
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan komitmennya untuk menyediakan lahan seluas 4.000 meter persegi di kawasan strategis Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Lahan ini akan diperuntukkan bagi pembangunan gedung baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang direncanakan setinggi 40 lantai. Pengumuman ini disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada acara pengukuhan pengurus MUI masa khidmat 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Sabtu 7 Februari 2026.
MUI Tegaskan Hanya Hak Pakai, Bukan Hibah
Menanggapi rencana tersebut, Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis menegaskan bahwa MUI hanya akan memiliki hak pakai atas gedung baru tersebut, sebagaimana lembaga-lembaga lain yang menggunakan fasilitas negara. "Ini bukan pemberian atau hibah. Gedung ini adalah aset negara, dan pengelolaannya tetap oleh negara, bukan oleh MUI," jelas Kiai Cholil melalui situs resmi MUI, Rabu (11/2/2026).
Dia menambahkan bahwa MUI tidak pernah meminta atau mengajukan pembangunan gedung baru kepada pemerintah. "Kami tidak meminta. Presiden yang menyampaikan langsung keinginan dan komitmen itu kepada kami," ucapnya. Hingga saat ini, belum ada pembahasan teknis mendetail seperti desain atau pembagian lantai gedung, dan MUI memilih untuk tidak berspekulasi lebih jauh.
Posisi MUI sebagai Mitra Independen Pemerintah
Kiai Cholil juga mengingatkan bahwa MUI berperan sebagai mitra pemerintah yang independen dan kritis, bukan sebagai musuh atau pembenar semua kebijakan. "Kalau kebijakan itu benar dan baik untuk bangsa, kita dukung sepenuhnya. Kalau ada yang keliru, kita ingatkan. Itulah posisi mitra," tegasnya.
Dia menekankan bahwa kinerja MUI bersifat kualitatif dan berfokus pada pelayanan umat, seperti menciptakan kehidupan beragama yang baik, kerukunan antarumat, perdamaian, dan kemaslahatan masyarakat. "Bukan berapa uang yang kembali," tandasnya. Kiai Cholil menyatakan bahwa di mana pun kantor MUI berada, tugas utamanya adalah melayani umat, dan keberadaan gedung baru akan dinilai berdasarkan kemampuannya meningkatkan pelayanan tersebut.
Latar Belakang dan Rencana Pembangunan
Prabowo mengungkapkan bahwa ide pembangunan gedung ini berasal dari permintaan Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama, Nasruddin Umar, yang mengkritik kondisi kantor MUI saat ini yang dianggap kurang memadai. "Beberapa bulan yang lalu, beliau menyampaikan, 'Pak, kantor MUI sekarang nggak jelas di mana'. Nanti kantor institusi-institusi Islam akan berada di jantungnya Ibu Kota ini, di Bundaran HI!" seru Prabowo.
Presiden menambahkan bahwa gedung setinggi 40 lantai itu tidak hanya akan digunakan oleh MUI, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh organisasi Islam lainnya, seperti Badan Zakat Nasional dan lembaga-lembaga lain yang membutuhkan tempat berkantor. "Jangan hanya ada hotel mewah, jangan hanya ada mal. Nanti ada gedung yang akan diperuntukkan untuk lembaga-lembaga umat Islam," imbuhnya.
Rencana ini menandai upaya pemerintah untuk mendukung peran MUI dalam kehidupan beragama di Indonesia, dengan menyediakan fasilitas yang lebih representatif di lokasi strategis. Namun, MUI tetap menegaskan prinsipnya sebagai lembaga yang berorientasi pada pelayanan, bukan keuntungan materi.



