Pantauan Udara Kebakaran TPA Jatiwaringin: Api Masih Membara, Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat
Pantauan Udara Kebakaran TPA Jatiwaringin: Api Masih Membara

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan pemantauan udara di lokasi kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, pada Kamis malam, 2 Juli 2026. Hasil pemantauan menunjukkan beberapa titik api masih menyala dan mengeluarkan asap pekat di bagian belakang area TPA. Gunungan sampah terlihat hangus terbakar setelah tiga hari kebakaran terjadi.

Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) KLH, Rasio Ridho Sani, mengungkapkan bahwa pemantauan dilakukan menggunakan dua unit mobil stasiun pemantauan kualitas udara yang ditempatkan di sekitar lokasi kebakaran. "Tadi kami memasang beberapa alat monitoring udara, kualitas udara, yang kita pasang di sini ada dua mobil ya pemantauan udara menunjukkan untuk kondisi yang sangat tidak sehat," ujar Rasio di TPA Jatiwaringin, Kamis sore.

Data pemantauan menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai angka 1.000, jauh melampaui baku mutu udara yang seharusnya sebesar 55. Sementara itu, kadar PM10 tercatat mencapai 750, atau sekitar sepuluh kali lipat di atas ambang batas baku mutu sebesar 75. Kondisi ini menandakan kualitas udara di sekitar TPA sangat tidak sehat dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Status Darurat Bencana Ditetapkan

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana melalui Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 Tahun 2026. KLH memberikan apresiasi kepada Pemkab Tangerang, Damkar, dan BNPB yang telah melakukan upaya pemadaman, termasuk pemadaman melalui udara menggunakan helikopter waterbombing. "Prioritas utama pemerintah saat ini adalah mempercepat pemadaman, melindungi masyarakat terdampak, serta meminimalkan dampak lingkungan dan kesehatan," kata Rasio.

Kebakaran di TPA Jatiwaringin telah berlangsung sejak Selasa, 29 Juni 2026, dan hingga hari keempat api masih belum sepenuhnya padam. Warga sekitar mengeluhkan sesak napas dan mata perih akibat asap kebakaran. Pemadaman terus dilakukan secara darat dan udara untuk mengendalikan api dan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga