Napi Lapas Tangerang Senang Bikin Paving Block, Dapat Cuan Tiap Bulan
Napi Lapas Tangerang Bikin Paving Block Dapat Cuan Tiap Bulan

Narapidana atau napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang diberdayakan untuk membuat bahan bangunan seperti paving block hingga pemecah ombak. Mereka mengaku senang karena bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah sembari menjalani hukuman.

Pengakuan Napi: Bisa Menabung Meski di Penjara

Serbo (37), seorang napi yang sudah menjalani 12 tahun masa hukuman, ambil bagian dalam produksi tersebut. Dia mengaku bisa menabung meski sedang dipenjara.

"Itu memang benar ada premi, premi itu per bulan bisa mencapai Rp 800 ribu. Dan setengahnya diterima cash, setengahnya dimasukkan ke tabungan," kata Serbo kepada wartawan di sela pekerjaannya di workshop Jawara Beton, Lapas Tangerang, Selasa (26/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Serbo yang akrab disapa Abu mengatakan, uang tabungan hasil kerjanya di Lapas Tangerang akan digunakan sebagai modal usaha ketika nanti sudah bebas. Abu diperkirakan bebas tahun depan.

"Mungkin nanti setelah kita bebas dari Lapas ini, kita akan gunakan untuk sementara waktu menjalankan modal usaha," ungkapnya.

Pengalaman Kerja Sebelumnya

Abu yang ikut bekerja di workshop Jawara Beton mengaku pernah bekerja sebagai kuli bangunan. Dia merasa nyaman menjalani kegiatan tersebut selama di Lapas.

"Sebelum di sini dulu masih kegiatan pertanian, sayur-sayuran. Kalau lebih ininya (senangnya), lebih nyaman di sini, di pembesian ini," kata Abu.

"Sebenarnya, jadi kesibukannya lebih, waktu kita lebih banyak untuk mengikuti kesibukan di sini. Kalau di pertanian kesibukannya agak kurang," imbuh dia.

Program Jawara Beton

Untuk diketahui, Jawara Beton adalah program yang digagas Menteri Imipas Agus Andrianto sebagai pembinaan dan unit produksi di Lapas Kelas I Tangerang. Mereka memproduksi bahan bangunan seperti paving block, pemecah ombak, dan lainnya.

Program ini memberdayakan napi di Lapas untuk menghasilkan produk konstruksi dengan memanfaatkan limbah batu bara.

Keunggulan Produk

Kalapas Klas I Tangerang, Beni Hidayat mengatakan, produk bahan bangunan dari Jawara Beton lebih murah dari harga pasaran. Namun dia menjamin kualitasnya jauh lebih baik.

"Harga untuk produk yang kami hasilkan, karena ini dari limbah, ini bisa 10 persen lebih rendah dari harga di pasaran," ungkap dia.

Beni menyebut, bahan bangunan untuk struktur rumah bahkan bisa lebih hemat 15 persen. Bahkan waktu pengerjaannya jauh lebih efisien.

"Jadi tipe 36 itu bisa 10 persen sampai 15 persen efisiensi dari konvensional, rumah konvensional. Jadi ini lebih efektif, hemat karena lebih cepat. Kalau struktur itu biasa makan waktu 15 hari atau sampai 20 hari, dengan ini 8 jam, 15 jam selesai untuk struktur," imbuh dia.

"Pondasi semua tiang-tiang rangka kolom semua sudah tersedia. Dan bisa disesuaikan dengan desain yang dimiliki konsumen. Jadi kita bisa sesuaikan, mau tipe berapa sampai tipe 78, tingkat pun bisa," sambungnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga