Nanik Sudaryati Deyang, sosok yang dikenal luas sebagai jurnalis senior dan aktivis vokal, kini mengemban amanah besar sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Perjalanan kariernya yang panjang dan beragam, dari dunia jurnalistik hingga birokrasi pemerintahan, membentuk kepemimpinan yang kuat dan berpihak pada rakyat kecil.
Latar Belakang dan Pendidikan
Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Ia berasal dari keluarga sederhana, dengan ayah seorang pegawai biasa dan ibu rumah tangga yang tegas. Sejak muda, Nanik aktif di pers mahasiswa, menulis tentang kemiskinan, kerusakan lingkungan, dan ketimpangan pembangunan. Pengalaman ini membentuk jiwa sosial dan keberpihakannya pada rakyat kecil.
Pendidikan tingginya ditempuh di dua universitas terkemuka: Sarjana Biologi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Magister Ilmu Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Latar belakang ini memberinya fondasi ilmiah yang kuat untuk memahami isu lingkungan dan kesehatan masyarakat, relevan dengan bidang gizi.
Perjalanan Karier
Karier Nanik dimulai di dunia jurnalistik pada tahun 1989 sebagai wartawati di Persda-Kompas. Ia kemudian menjadi wartawati Tabloid Bangkit dan memimpin berbagai media di Kelompok Media Peluang (KMP), termasuk majalah Femme, tabloid Info Kecantikan, Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic. Ia juga pernah menjadi Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan dan Komisaris di beberapa media, serta Direktur MNC (2005-2009).
Pada 2019, ia menjabat Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Setelah kemenangan Prabowo pada Pilpres 2024, ia memasuki birokrasi pemerintahan. Dari Oktober 2024 hingga September 2025, ia menjadi Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin). Pada 12 Juni 2025, ia ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).
Selanjutnya, pada 17 September 2025 hingga 2 Juni 2026, ia menjabat Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, bertanggung jawab pada komunikasi publik, pengawasan, dan investigasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta menjadi Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Program MBG. Puncak kariernya terjadi pada 2 Juni 2026, ketika Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuknya sebagai Kepala BGN, menggantikan Dadan Hindayana.
Prestasi dan Pencapaian
Sepanjang kariernya, Nanik menorehkan berbagai prestasi: pengalaman jurnalistik dan kepemimpinan media yang luas, peran kunci dalam politik nasional, penugasan di BUMN strategis (Pertamina), kontribusi dalam perbaikan tata kelola gizi melalui pemantauan lapangan dan efisiensi anggaran, serta puncaknya memimpin Badan Gizi Nasional.
Visi dan Misi
Nanik memiliki pandangan kuat tentang keadilan sosial dan tata kelola yang jujur. Visinya adalah terciptanya keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia meyakini Indonesia memiliki sumber daya yang cukup jika dikelola dengan jujur. Misi pribadinya adalah menjadi penyambung lidah bagi mereka yang suaranya sering terabaikan. Filosofi hidupnya tercermin dari prinsip jurnalistiknya: "Saya tidak pernah netral. Posisi saya selalu jelas: berdiri di sisi orang kecil, orang miskin, anak-anak, dan perempuan. Musuh saya hanya dua: ketidakadilan dan korupsi." Mengenai penunjukannya sebagai Kepala BGN, ia menyatakan, "Amanah besar dan berat."
Fakta Unik
Nanik dijuluki "Wanita Pendekar dari Madiun" karena sifatnya yang berani dan tegas. Semasa kuliah, ia aktif di pers mahasiswa. Namanya sempat mencuat dalam kasus Ratna Sarumpaet pada 2018. Ia juga menjabat Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang fokus pada pemberdayaan masyarakat miskin. Menariknya, latar belakang pendidikannya di Biologi dan Ilmu Kehutanan menjadi kekuatan dalam memahami gizi secara holistik.
Kutipan Langsung
"Bupati adalah conductornya, yang menjadi arangernya adalah Ibu Bupati di Lumajang ini." — Nanik Sudaryati Deyang, saat menjabat Wakil Kepala BGN, dalam acara Sosialisasi dan Penguatan Tata Laksana Program MBG di daerah.
"Amanah besar dan berat." — Menanggapi penunjukannya sebagai Kepala BGN.
Perjalanan Nanik Sudaryati Deyang membuktikan bahwa ketekunan, keberanian, dan keberpihakan pada rakyat kecil adalah kunci untuk mencapai posisi strategis dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan kepemimpinannya, diharapkan program gizi nasional, terutama Makan Bergizi Gratis, dapat berjalan optimal dan membawa kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.



