Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan, yang akrab disapa Babe Haikal, menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) di Indonesia. Penegasan ini disampaikan saat membuka D-8 Halal Expo Indonesia 2026 di Indoor Tennis Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Implementasi Wajib Halal Mulai 18 Oktober 2026
Menurut Babe Haikal, pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal sesuai tahapan implementasi yang telah ditetapkan pemerintah menandai era baru penguatan ekosistem halal nasional. "Barulah sejak 18 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto menerapkan kebijakan implementasi kewajiban sertifikasi halal," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa 18 Oktober 2026 menjadi tonggak penting pelaksanaan kewajiban sertifikasi halal bagi berbagai kategori produk sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Kini, 18 Oktober 2026 menjadi tonggak penting, karena kewajiban sertifikasi halal mulai diberlakukan bagi berbagai kategori produk sesuai ketentuan yang berlaku, mencakup produk makanan, minuman, kosmetik, obat-obatan, serta produk lain yang diatur dalam regulasi, baik yang diproduksi oleh usaha mikro, perusahaan besar, maupun produk ekspor dan impor," katanya.
Tahun Halal Indonesia: Momentum Global
Babe Haikal menegaskan bahwa tahun 2026 merupakan momentum besar bagi Indonesia untuk semakin memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam ekosistem halal global. "Karena itu, tahun 2026 adalah Tahun Halal Indonesia," tegasnya. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa implementasi wajib halal harus dimaknai sebagai bagian dari transformasi nasional dalam meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk halal Indonesia.
Menurutnya, makna halal saat ini telah berkembang jauh melampaui aspek keagamaan semata. Halal telah menjadi simbol kualitas, kebersihan, kesehatan, transparansi, dan ketertelusuran produk yang diakui masyarakat internasional. "Halal adalah simbol peradaban modern. Halal adalah jalan menuju kesejahteraan. Halal adalah simbol kesehatan, simbol kebersihan, simbol kualitas, simbol pangan premium. Bagi Indonesia sendiri, halal juga berarti transparansi dan ketertelusuran (traceability)," jelasnya.
Kolaborasi Internasional untuk Ekosistem Halal Global
Dalam kesempatan tersebut, Babe Haikal juga mengajak seluruh negara sahabat untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem halal global yang saling terhubung dan saling menguatkan. "Saya sendiri mengundang lebih dari 70 negara (forum H20) untuk datang ke Indonesia. Mari kita duduk bersama, membangun kesamaan regulasi, memperkuat konektivitas, karena halal harus menjadi kekuatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam," lanjutnya.
Ia optimistis, melalui kolaborasi internasional dan implementasi Jaminan Produk Halal yang semakin kuat, Indonesia mampu mengambil peran strategis sebagai pusat halal dunia, sekaligus mewujudkan visi "Indonesia Halal untuk Masyarakat Dunia."



