Kalapas Ciangir: Program Ketahanan Pangan Kemenimipas Bikin Lapas Produktif
Kalapas Ciangir: Program Pangan Kemenimipas Bikin Lapas Produktif

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, Soeistanto Poedji Djatmiko, menyatakan bahwa Lapas Ciangir menjadi lebih produktif berkat implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) tahun 2026, yang salah satunya fokus pada kemandirian pangan. Ia menyampaikan apresiasi kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, atas dukungan penuh terhadap program tersebut.

"Saat ini dengan ketahanan pangan yang digaungkan oleh Bapak Menteri (Agus Andrianto), saya secara pribadi dan mungkin tim dari Kanwil mengucapkan banyak terima kasih karena hampir mayoritas lahan yang ada di Lapas Terbuka Ciangir ini termanfaatkan dengan baik dengan dukungan dari beliau sepenuhnya untuk mendukung ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah melalui Asta Cita," kata Soeistanto di Lapas Ciangir, Kamis (9/7/2026).

Usaha Unggulan Peternakan dan Pertanian

Pria yang akrab disapa Tanto itu menjelaskan bahwa peternakan dan pertanian menjadi sektor unggulan Lapas Ciangir. Ia merinci berbagai komoditas yang dikembangkan, termasuk ayam petelur, ayam kampung, sapi pedaging, domba, serta tanaman sayuran dan padi. "Untuk usaha unggulan yang ada di Lapas Terbuka, tentunya bisa kita lihat bareng-bareng tadi itu adalah ayam petelur. Terus kegiatan-kegiatan yang lain itu ada budidaya ayam kampung, terus ada pembesaran sapi pedaging, terus ada budidaya domba. Untuk perkebunannya itu ada perkebunan tadi bisa kita lihat bareng-bareng itu timun, satu lagi terong, yang di sebelah belakang ini mau kita pakai pakcoy, dan yang di bawah nanti juga bayam, dan paling luasnya itu kita di persawahan," katanya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Produksi Telur Mencapai 860 Kg Per Hari

Tanto mengungkapkan bahwa Lapas Ciangir mampu memproduksi telur ayam sebanyak 860 kilogram per hari. Bahkan, sebagian telur tersebut disuplai ke hotel-hotel di Jakarta. "Kalau yang dalam satu bulan, kalau kita ngitungnya per panen. Kalau untuk telur bisa dihitung satu bulan. Artinya telur ini per harinya itu saat ini sudah mencapai 860 kilogram," ujarnya. Ia menambahkan, "Betul (disuplai ke hotel). Salah satunya itu hotel rencananya hotel yang ada di Kemayoran."

Selain telur, hasil ternak Lapas Ciangir juga laku keras menjelang hari raya Idul Adha. Sebanyak 25 ekor domba dan 11 ekor sapi terjual pada momen Idul Adha tahun ini. "Untuk domba itu sama sapi sifatnya tahunan. Domba itu kita kemarin Idul Adha itu mengeluarkan ada sekitar 25 ekor. Untuk sapinya kemarin kita mengeluarkan itu ada sekitar 11 ekor," kata Tanto.

Produksi Padi Capai 12 Ton

Di sektor pertanian, warga binaan Lapas Ciangir juga aktif menanam padi. Tanto menyebutkan bahwa total produksi padi mencapai 12 ton. "Padinya itu total kemarin itu kita mendapatkan sekitar 12 ton," katanya.

15 Program Aksi Kemenimipas 2026

Keberhasilan Lapas Ciangir ini merupakan bagian dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, yang meliputi: penguatan layanan keimigrasian digital, penguatan pemeriksaan di TPI, penyederhanaan regulasi visa, penyuluhan hukum keimigrasian, pemenuhan sarana prasarana pos lintas batas, pemberantasan narkoba dan penipuan di lapas, penanganan overcapacity, kemandirian pangan melalui pertanian dan peternakan, pembangunan dapur sehat, pemasaran produk warga binaan, pendidikan kesetaraan, efisiensi energi, layanan kesehatan gratis, fasilitasi rumah bagi ASN, dan peningkatan kompetensi SDM.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga