Gempa M5,1 Guncang Andes Peru, Lima Tewas
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,1 terjadi di wilayah Andes Peru pada Sabtu (18/7/2026) malam. Guncangan tersebut menewaskan lima orang dan melukai 21 lainnya, menurut pernyataan pejabat Peru yang dilansir AFP, Minggu (19/7/2026).
Pusat gempa berada di kota Chongos Bajo, sekitar 300 kilometer (180 mil) timur Lima, dengan kedalaman episentrum 24 km (15 mil). Getaran dirasakan cukup kuat karena pusat gempa yang dangkal.
Kerusakan Signifikan Akibat Konstruksi Rumah Tradisional
Jenderal Luis Vasquez, direktur Institut Pertahanan Sipil Nasional Peru, menjelaskan bahwa banyak rumah di daerah tersebut terbuat dari tanah liat atau campuran kayu, rotan, dan lumpur yang disebut 'quincha.' "Karena pusat gempa berada di kedalaman dangkal dan banyak rumah di daerah itu terbuat dari tanah liat atau campuran kayu, rotan, dan lumpur yang disebut 'quincha,' beberapa kota mengalami kerusakan yang signifikan," ujarnya.
Akibat gempa, sebanyak 48 rumah hancur dan 300 orang kehilangan tempat tinggal. Tim penyelamat masih melakukan evakuasi dan pendataan korban.
Peru di Cincin Api Pasifik, Rawan Gempa
Peru terletak di kawasan cincin api Pasifik, yaitu busur aktivitas seismik intens yang membentang dari Jepang melalui Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik. Para seismolog mengatakan Peru mengalami setidaknya 400 gempa bumi per tahun, tiga perempat di antaranya sangat lemah sehingga tidak terasa oleh manusia.
Gempa kali ini tergolong kuat dan menimbulkan dampak signifikan karena kedalaman dangkal dan kerentanan bangunan tradisional. Pemerintah setempat terus memantau situasi dan memberikan bantuan bagi para korban.



