Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale menjadi sorotan karena mengangkat isu sensitif mengenai proyek pembangunan di Papua Selatan. Film ini bukanlah film horor atau hiburan biasa, melainkan sebuah dokumenter investigatif yang membahas konflik lahan, masyarakat adat, hingga keterlibatan aparat dalam proyek strategis nasional (PSN).
Durasi dan Latar Film
Film Pesta Babi garapan Dhandy Dwi Laksono memiliki durasi total sekitar 95 menit atau 1 jam 35 menit. Latar film ini berada di wilayah Papua Selatan, terutama di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. Melalui pendekatan investigatif, film ini mengupas tuntas dampak pembangunan terhadap masyarakat adat dan lingkungan.
Isi dan Tujuan Film
Film ini mengangkat kisah tentang proyek strategis nasional yang berpotensi menimbulkan konflik agraria. Masyarakat adat setempat menjadi pihak yang paling terdampak, baik dari segi kehilangan lahan maupun perubahan sosial budaya. Selain itu, film ini juga menyoroti peran aparat dalam proyek tersebut, yang dinilai kontroversial oleh sebagian kalangan.
Dengan gaya dokumenter yang tajam, Pesta Babi mengajak penonton untuk merenungkan kembali makna pembangunan dan kolonialisme modern di era sekarang. Film ini menjadi penting untuk ditonton bagi siapa pun yang peduli terhadap keadilan sosial dan hak-hak masyarakat adat.



