BMKG: Waspa da Peningkatan Hujan di Musim Kemarau, Ini 20 Wilayah
BMKG: Hujan Masih Mengguyur di Musim Kemarau

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang di sejumlah wilayah Indonesia pada pekan ini, Selasa (28/7/2026) hingga Selasa (4/8/2026). Peringatan ini menarik perhatian karena Indonesia tengah memasuki musim kemarau, namun hujan masih turun di beberapa daerah.

Daftar Wilayah yang Perlu Diwaspadai

BMKG merinci 20 wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan sedang, yaitu: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan Barat, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan. Menurut BMKG, hujan ini diprakirakan terjadi pada siang hingga sore hari, disertai angin kencang di beberapa lokasi.

Mengapa Hujan Masih Turun di Musim Kemarau?

Fenomena hujan di tengah musim kemarau sering kali menimbulkan pertanyaan. BMKG menjelaskan bahwa musim kemarau di Indonesia tidak berarti sama sekali tanpa hujan. Curah hujan tetap mungkin terjadi akibat faktor lokal seperti adanya pola angin monsun yang masih aktif, suhu permukaan laut yang hangat, serta gangguan atmosfer seperti gelombang Rossby ekuatorial. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, dalam keterangan sebelumnya menyebutkan bahwa dinamika atmosfer yang kompleks masih dapat memicu pembentukan awan hujan meski secara umum memasuki musim kemarau.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Selain itu, wilayah Indonesia bagian barat dan timur memiliki karakteristik cuaca yang berbeda. Sebagai contoh, di Sumatera dan Kalimantan, penguapan yang tinggi dari perairan hangat dapat menghasilkan awan konvektif yang menghasilkan hujan. Sementara di Papua, topografi pegunungan juga berkontribusi pada terjadinya hujan orografis. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem meski musim kemarau telah berlangsung.

Dampak dan Langkah Antisipasi

Hujan di musim kemarau dapat berdampak positif bagi sektor pertanian, terutama di daerah yang mengalami kekeringan. Namun, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpotensi menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di wilayah rawan. BMKG merekomendasikan masyarakat untuk memantau informasi cuaca terkini, menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan deras, dan memastikan saluran air tidak tersumbat. Pemerintah daerah juga diminta untuk menyiapkan langkah tanggap darurat jika diperlukan.

Dengan peringatan ini, BMKG berharap masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang tak menentu di tengah musim kemarau. Tetap update informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG untuk keselamatan bersama.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga