Banjir Tapanuli Tengah: 145 Jiwa Mengungsi Akibat Hujan Deras
Banjir Tapanuli Tengah: 145 Jiwa Mengungsi

Banjir akibat tingginya curah hujan melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, pada Sabtu (18/7/2026) hingga Minggu (19/7/2026). Sebanyak 145 jiwa terpaksa mengungsi dan aktivitas masyarakat di sejumlah kecamatan terganggu akibat luapan sungai dan jebolnya tanggul.

Lokasi Terdampak dan Kronologi

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, menjelaskan bahwa hujan deras yang mengguyur wilayah Tapteng menyebabkan beberapa sungai meluap. Di Kecamatan Tukka, banjir terjadi di Kelurahan Sipange, Hutanabolon, dan Bonalumban. Di Sipange, meluapnya Sungai Aek Silaga-laga mengakibatkan air masuk ke rumah-rumah warga, sehingga sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Di Kelurahan Hutanabolon, luapan sungai juga merendam rumah warga. Sementara di Kelurahan Bonalumban, tanggul jebol menyebabkan air setinggi pinggang orang dewasa merendam permukiman.

Gangguan Lalu Lintas dan Wilayah Lain

Banjir juga melanda Kecamatan Badiri, khususnya di Kelurahan Lopian. Luapan sungai menggenangi badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas. Kendaraan roda dua maupun roda empat sempat tidak dapat melintas di lokasi tersebut. Di Kecamatan Pinangsori, banjir merendam rumah-rumah warga di Kelurahan Pinangsori dan Albion akibat saluran drainase yang meluap karena tingginya intensitas hujan. Sementara di Kecamatan Sarudik, debit air Sungai di Kelurahan Pondok Batu meningkat, namun kondisi masih aman dan belum mengancam permukiman.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penanganan Darurat dan Evakuasi

BPBD bersama unsur TNI, Basarnas, Babinsa, dan masyarakat setempat langsung melakukan penanganan di lokasi terdampak. Tim melakukan evakuasi warga, pemantauan kondisi tanggul, serta mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik para korban banjir. Petugas BPBD masih bersiaga di sejumlah lokasi untuk membantu pembersihan material sisa banjir dan mengantisipasi kemungkinan hujan susulan.

Data Pengungsi dan Bantuan

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Berdasarkan data BPBD, pengungsi tercatat hanya di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, sebanyak 145 jiwa yang mengungsi di Gedung Gereja HKBP Sipange. Untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi, dapur umum telah dioperasikan dan menyalurkan bantuan logistik serta konsumsi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga