Anak Krakatau Erupsi, Pengelola Pastikan Pantai Anyer-Carita Aman
Anak Krakatau Erupsi, Pantai Anyer-Carita Aman

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dengan status Level III (Siaga) pada Kamis, 9 Juli 2026. Meski demikian, kawasan wisata pantai di Anyer dan Carita, Banten, tetap dipadati pengunjung. Pengelola setempat memastikan situasi aman dan terus memberikan informasi kepada wisatawan.

Jarak Aman 40 Kilometer dari Kawah

Penjaga Pantai Pandan Carita, Gungun, menjelaskan bahwa pengunjung kerap bertanya mengenai erupsi. "Ada pengunjung yang tanya, tapi kita sampaikan apa adanya, bahwa yang bahaya itu 3 km dari kawah, ini jauh," ujarnya di Banten, Kamis (9/7/2026). Menurut Gungun, dari Pantai Carita, pengunjung masih bisa melihat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Ia menegaskan bahwa kunjungan tidak terpengaruh dan "masih ramai seperti biasa."

Pengunjung Tetap Padat di Anyer dan Carita

Penjaga Pantai Bandulu, Anyer, Kabupaten Serang, melaporkan jumlah pengunjung tetap ramai. "Hari ini aja ada 10 bus, mobil ada 15," katanya. Ia menambahkan bahwa jarak antara Gunung Anak Krakatau dan pantai sekitar 40 kilometer, sehingga dianggap aman. "Jauh itu. Jadi aman," tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

BPBD Fokus Pantau Potensi Tsunami

Pemerintah Provinsi Banten terus memantau perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Potensi tsunami menjadi perhatian utama, terutama jika status meningkat menjadi Level IV (Awas). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, menyatakan, "Fokus kami bukan gunung meletus, tapi tsunami. Kalau meletus, cuma abu yang ke sini." Lutfi menjelaskan bahwa keputusan evakuasi bergantung pada potensi tsunami. "Tergantung. Kalau cuma erupsi di atas, apakah itu menimbulkan gempa atau tidak? Kalau tidak menimbulkan tsunami, ya tidak apa-apa," tuturnya. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga