Gunung Anak Krakatau Erupsi Beruntun Empat Kali, Status Siaga
Anak Krakatau Erupsi Beruntun, Status Siaga

Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda mengalami erupsi beruntun sebanyak empat kali dalam kurun waktu sekitar satu jam pada Jumat (10/7) sore. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat rangkaian letusan tersebut dengan tinggi kolom abu bervariasi, mulai dari 100 hingga 250 meter di atas puncak.

Kronologi Erupsi Beruntun

Letusan pertama terjadi pukul 16.42 WIB dengan kolom abu setinggi 250 meter. Aktivitas vulkanik kembali terjadi pada pukul 16.57 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 200 meter. Erupsi ketiga terekam pada pukul 17.49 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 100 meter. Dua menit berselang, tepat pukul 17.51 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali memuntahkan abu vulkanik setinggi 200 meter di atas puncak.

Berdasarkan pengamatan PVMBG, seluruh kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara, timur laut, serta barat laut. Rangkaian erupsi itu juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 43 hingga 55,2 milimeter dan durasi antara 33 sampai 49 detik.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kondisi Terkini dan Imbauan

Pada hari ini, Sabtu (11/7) periode pantauan pukul 06.00-12.00, kondisi gunung berapi itu terlihat tertutup kabut. Dalam laporan harian di situs magma.esdm.go.id, disebutkan: "Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 20-50 meter dari puncak." Cuaca cerah dengan angin lemah ke arah barat laut, dan ombak laut tenang hingga sedang.

Pengamatan kegempaan mencatat 4 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 13-22 mm dan lama gempa 22-75 detik; 4 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 11-21 mm dan lama gempa 5-7 detik; 5 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 10-24 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 7-22 detik; serta 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 2-15 mm, dominan 3 mm.

PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif. "Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," demikian imbauan petugas pengamat dalam laporan hariannya.

Status Siaga dan Pemantauan Intensif

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan Andi Suwardi menegaskan bahwa status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III (Siaga). "Status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III (Siaga)," ujar Andi Suwardi dalam keterangannya, Jumat kemarin. PVMBG memastikan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara intensif. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari otoritas vulkanologi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga