Ahmad Luthfi Gandeng 4.620 Mahasiswa KKN Perkuat Program Kecamatan Berdaya
Ahmad Luthfi Gandeng Mahasiswa KKN Perkuat Program Kecamatan Berdaya

Gubernur Lepas Ribuan Mahasiswa KKN untuk Program Kecamatan Berdaya

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara resmi menggandeng 4.620 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang untuk memperkuat program Kecamatan Berdaya di wilayahnya. Ribuan mahasiswa KKN Tahun 2026 itu dilepas oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Gedung Muladi Dome, Semarang, pada Selasa, 7 Juli 2026.

Para mahasiswa tersebut diterjunkan ke 10 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Mereka diharapkan mampu membantu memetakan persoalan serta potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Strategi Percepatan Pembangunan Berbasis Wilayah

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa program Kecamatan Berdaya merupakan salah satu strategi Pemprov Jateng dalam mempercepat pembangunan berbasis wilayah. Oleh karena itu, pihaknya menggandeng mahasiswa KKN untuk mendukung program tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Tentu ini akan sangat membantu sekali untuk pengembangan wilayah," kata Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah, Selasa (7/7/2026).

Gubernur menjelaskan bahwa Jawa Tengah memiliki sekitar 8.710 desa dengan karakteristik yang berbeda-beda. Kecamatan dijadikan titik penguatan program agar pembangunan desa lebih terarah. Ia berharap para mahasiswa KKN dapat memberikan masukan berdasarkan kondisi riil masyarakat melalui sinergi bersama perguruan tinggi. Dengan demikian, KKN tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Program Unggulan Mahasiswa di Desa Sasaran

Salah satu peserta KKN Fakultas Kedokteran Undip, Lasma Siombing, mengaku telah menyiapkan beragam program sesuai persoalan di desa tujuan. Ia ditugaskan di Desa Kunti, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. Lasma berencana membuat program edukasi kesehatan untuk anak-anak sekolah, mulai dari perilaku hidup bersih hingga screening gigi.

Hal serupa disiapkan oleh peserta KKN Fakultas Sains dan Matematika Undip, Naila Safa Zuri. Ia akan membuat program pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme di Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Program ini disiapkan setelah kelompoknya menemukan persoalan kekeringan dan pengelolaan limbah di desa tersebut.

"Berdasarkan hasil survei kami kemarin, beberapa masalah sudah terlihat," ucap Naila Safa Zuri, mahasiswi Universitas Diponegoro peserta KKN.

Dukungan Perguruan Tinggi untuk Pemberdayaan Masyarakat

Rektor Undip Semarang, Suharnomo, menyatakan bahwa kampus akan terus mendukung program Pemprov Jateng melalui KKN reguler maupun tematik yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Fokus program meliputi penguatan UMKM, penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu, dan pemberdayaan masyarakat.

Pada hari yang sama, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen juga melepas mahasiswa KKN dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto untuk menjalankan program serupa di wilayah penugasan masing-masing. Sinergi antara pemerintah provinsi dan perguruan tinggi ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga