3 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Kekeringan di Jateng
3 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Kekeringan Jateng

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 3.258.000 liter ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan pada musim kemarau 2026. Bantuan tersebut disalurkan melalui 660 tangki kepada 30.378 kepala keluarga atau sekitar 81.297 jiwa di 15 kabupaten.

Pemetaan Wilayah Kekeringan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan bahwa Pemprov Jateng bersama para bupati dan wali kota telah melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi kekurangan air bersih. "Para bupati dan wali kota sudah membuat mapping (pemetaan). Sudah dipetakan mana daerah-daerah yang kekeringan," kata Ahmad Luthfi dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, sebanyak 16 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga kekeringan, yaitu Sukoharjo, Demak, Temanggung, Brebes, Kendal, Sragen, Banjarnegara, Purbalingga, Grobogan, Semarang, Pemalang, Wonosobo, Purworejo, Wonogiri, Kota Salatiga, dan Kota Tegal.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyaluran Bantuan Air Bersih

Sejak 5 Juni hingga 14 Juli 2026, bantuan air bersih telah disalurkan ke 15 kabupaten, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Purworejo, Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Sragen, Grobogan, Jepara, Demak, Semarang, dan Pemalang. Menurut Luthfi, data hasil pemetaan tersebut akan ditindaklanjuti bersama dinas terkait, dengan penanganan disesuaikan karakteristik dan kebutuhan setiap wilayah. "Prinsipnya, bupati dan wali kota sudah punya data. Tinggal kita mengeksekusi kegiatannya," ujarnya.

Kolaborasi dan Langkah Antisipasi

Penanganan air bersih tidak hanya dilakukan oleh Pemprov Jateng, tetapi juga berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten setempat, BPJS Kesehatan, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, dan BUMD Tirta Satria melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Semangat gotong royong menjadi kekuatan Jawa Tengah dalam menghadapi bencana.

Pemprov Jateng telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur tentang Antisipasi Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan sejak 9 Juni 2026. Surat edaran ini menjadi pedoman untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.

Langkah Jangka Panjang

Selain penanganan darurat melalui dropping air bersih, Pemprov Jateng juga memperkuat langkah jangka menengah dan panjang, seperti pemeliharaan sumur bor komunal, penguatan infrastruktur penyediaan air bersih, peningkatan manajemen logistik, konservasi sumber daya air, serta edukasi kepada masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Luthfi menambahkan, pembahasan teknis penanganan kekeringan masih terus dilakukan bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, dan setiap daerah diminta segera menyiapkan langkah operasional agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga