UTBK 2026 Tersendat Akibat Mati Lampu di Jakarta, UNJ Berikan Penjelasan
UTBK 2026 Tersendat Akibat Mati Lampu di Jakarta

UTBK 2026 Tersendat Akibat Mati Lampu di Jakarta, UNJ Berikan Penjelasan

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 di Jakarta mengalami kendala signifikan akibat mati lampu yang melanda wilayah tersebut. Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sebagai salah satu penyelenggara, telah memberikan penjelasan resmi terkait insiden ini yang berdampak pada ribuan peserta ujian masuk perguruan tinggi.

Dampak Mati Lampu pada Pelaksanaan UTBK

Mati lampu yang terjadi di Jakarta menyebabkan gangguan teknis pada sistem komputer yang digunakan untuk UTBK 2026. Banyak lokasi ujian melaporkan bahwa perangkat elektronik, termasuk server dan komputer peserta, tidak dapat berfungsi optimal tanpa pasokan listrik yang stabil. Hal ini mengakibatkan penundaan waktu mulai ujian di beberapa tempat, serta potensi ketidaknyamanan bagi peserta yang harus menunggu dalam kondisi gelap atau panas.

UNJ menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan penyedia listrik setempat untuk memulihkan pasokan secepat mungkin. Namun, proses ini memakan waktu lebih lama dari perkiraan, sehingga berdampak pada jadwal ujian yang telah ditetapkan sebelumnya. Beberapa peserta bahkan melaporkan bahwa mereka harus mengulang sesi ujian karena gangguan listrik yang menyebabkan data tidak tersimpan dengan baik.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Langkah-Langkah Penanganan dari UNJ

Dalam menanggapi situasi ini, UNJ mengambil beberapa langkah untuk meminimalkan dampak negatif pada peserta UTBK 2026. Pertama, universitas tersebut memperpanjang waktu ujian di lokasi-lokasi yang terdampak, sehingga peserta memiliki kesempatan untuk menyelesaikan soal tanpa tekanan waktu yang berlebihan. Kedua, UNJ menyediakan cadangan generator listrik di beberapa titik ujian, meskipun jumlahnya terbatas dan tidak mencukupi untuk semua lokasi.

"Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh peserta UTBK 2026," kata perwakilan UNJ dalam pernyataan resmi. "Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa hasil ujian tetap adil dan akurat, dengan mempertimbangkan faktor gangguan teknis ini dalam evaluasi akhir."

Selain itu, UNJ juga membuka saluran pengaduan khusus bagi peserta yang merasa dirugikan oleh insiden mati lampu ini. Peserta dapat melaporkan masalah yang mereka alami melalui platform online yang disediakan, sehingga universitas dapat meninjau kasus per kasus dan memberikan solusi yang sesuai.

Implikasi bagi Peserta dan Sistem Pendidikan

Insiden mati lampu yang mengganggu UTBK 2026 ini menimbulkan kekhawatiran mengenai ketahanan infrastruktur listrik dalam mendukung kegiatan pendidikan penting di Indonesia. UTBK merupakan pintu masuk utama untuk perguruan tinggi negeri, sehingga gangguan seperti ini dapat mempengaruhi masa depan ribuan siswa.

Beberapa ahli pendidikan menyarankan agar penyelenggara ujian nasional seperti UNJ mempertimbangkan opsi cadangan yang lebih robust di masa depan, seperti:

  • Meningkatkan penggunaan generator listrik di semua lokasi ujian.
  • Mengembangkan sistem ujian offline yang dapat berjalan tanpa koneksi internet stabil.
  • Melakukan simulasi gangguan listrik untuk mempersiapkan tim teknis menghadapi situasi darurat.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pelaksanaan UTBK di tahun-tahun mendatang dapat lebih tahan terhadap gangguan infrastruktur seperti mati lampu. UNJ sendiri menyatakan akan mengevaluasi prosedur penyelenggaraan ujian untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga