Kisah Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia di Jerman, Ujian Lisan di Depan Profesor dan Mayat
Mahasiswa Kedokteran Gigi RI di Jerman: Ujian Lisan di Depan Mayat

Dedi Kurniawan, warga negara Indonesia (WNI), telah menjalani dua semester perkuliahan sebagai mahasiswa Kedokteran Gigi di Johannes Gutenberg University of Mainz, Jerman. Jurusan ini terkenal sulit bahkan dalam bahasa Indonesia, apalagi dengan bahasa Jerman. Dedi baru saja menyelesaikan empat ujian anatomi yang membuatnya sangat gugup.

Ujian Lisan di Depan Profesor dan Mayat

Saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (15/7/2026), Dedi mengaku ujian dilakukan secara lisan tanpa tes tertulis. "Karena kan kita ujiannya lisan semua ya. Kita ujiannya enggak ada yang tertulis. Jadi kayak di depan profesornya, di depan mayatnya kita ujian. Itu deg-degan banget. Alhamdulillah sih lulus semua," tutur Dedi sambil tertawa.

Tantangan Belajar Kedokteran Gigi di Luar Negeri

Menurut Dedi, belajar kedokteran gigi di Jerman memerlukan adaptasi bahasa yang intensif. Ia harus menguasai istilah medis dalam bahasa Jerman, yang berbeda jauh dengan bahasa Indonesia. Meski demikian, Dedi bersyukur bisa melewati ujian pertama dengan baik.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dedi berharap pengalamannya bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa Indonesia lain yang ingin melanjutkan studi di luar negeri, terutama di bidang kedokteran gigi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga