Putra Dono Warkop: Film Warkop Obati Rindu pada Sang Ayah
Film Warkop Obati Rindu Putra Dono pada Sang Ayah

Andika Aria Sena, putra sulung dari mendiang komedian legendaris Dono Warkop DKI, mengungkapkan bahwa film-film Warkop DKI menjadi obat rindu baginya terhadap sang ayah. Dono meninggal dunia pada tahun 2001, meninggalkan kenangan mendalam bagi keluarga.

Menonton Film Warkop untuk Bernostalgia

Sejak kehilangan ayahnya, Aria bersama dua adiknya sering menonton film-film Warkop DKI sebagai cara untuk bernostalgia. Hal ini diungkapkan Aria dalam wawancara di C8 Podcast. "Saya sama adik-adik saya kalau nostalgia, nontonnya film Warkop," kata Aria.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa saat merasa rindu kepada sang ayah, menonton film Warkop menjadi pilihan utama. "Kalau mengingat, kangen bapak, nonton film Warkop," ucapnya dengan penuh haru.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Warisan Komedi yang Abadi

Film-film Warkop DKI yang dibintangi Dono, Kasino, dan Indro telah menjadi bagian dari sejarah perfilman Indonesia. Bagi Aria, film-film tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan juga jembatan untuk tetap merasakan kehadiran ayahnya. Melalui tayangan lawas itu, kenangan akan sosok Dono yang humoris dan penuh kasih terus hidup.

Pengakuan Aria ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh seorang ayah dalam kehidupan anak-anaknya, serta bagaimana karya seni dapat menjadi medium untuk mengenang dan mengobati kerinduan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga