Di usia 30 tahun, Dedi Kurniawan akhirnya bisa mulai mewujudkan cita-citanya untuk kuliah di Jurusan Kedokteran Gigi. Bukan di Indonesia, melainkan di Jerman. Dedi mengungkapkan bahwa sistem pendidikan di Jerman tidak memandang usia sebagai hambatan.
Sistem Pendidikan Jerman yang Inklusif
Menurut Dedi, Jerman memberikan kesempatan bagi siapa pun yang memenuhi syarat untuk kuliah, tanpa memandang usia. "Kalau di Jerman tuh enaknya enggak memandang umur. Bahkan umur 65 tahun atau 50 tahun kalau kamu memenuhi syarat dan mampu kuliah, ya udah kuliah gitu. Dan enggak ada stigma negatif, karena di sini tuh orangnya kalau menurut aku cukup suportif," ucap Dedi via telepon kepada Kompas.com, Rabu (15/7/2026).
Mahasiswa Tertua dan Satu-satunya Orang Asia
Dedi merupakan murid tertua di antara 50 mahasiswa Kedokteran Gigi di Johannes Gutenberg University of Mainz. Ia juga satu-satunya orang Asia pendatang di kelasnya. Dedi menambahkan bahwa mahasiswa berusia 40-45 tahun juga umum ditemui di Jurusan Kedokteran Umum yang memiliki jumlah mahasiswa lebih banyak.
Pengalaman Dedi menunjukkan bahwa pendidikan tinggi di Jerman sangat inklusif dan mendukung pembelajaran sepanjang hayat. Ia berharap dapat menyelesaikan studinya dan berkontribusi di bidang kedokteran gigi, baik di Jerman maupun di Indonesia.



