SDN 02 Rantau Pauh Gelar Upacara Perdana Pascabencana Banjir Bandang
SDN 02 Rantau Pauh Gelar Upacara Perdana Pascabanjir

SDN 02 Rantau Pauh Gelar Upacara Perdana Pascabencana Banjir Bandang

SDN 02 Rantau Pauh di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, akhirnya kembali menggelar upacara bendera pada Senin (9/2/2026). Momen ini menjadi sangat bersejarah karena merupakan upacara pertama yang diadakan di sekolah tersebut pascaterjangnya bencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tamiang.

Momen Haru dan Sejarah di Tengah Puing Kerusakan

Kepala SDN 02 Rantau Pauh, Syarifah Kuning, dengan penuh emosi menyatakan bahwa upacara ini adalah simbol kebangkitan setelah keterpurukan. "Upacara ini menjadi momen bersejarah karena merupakan upacara pertama yang diadakan di sekolah ini pasca bencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang," ujar Syarifah melalui siaran pers, Selasa (10/2/2026).

Dia menjelaskan bahwa upacara diawali dengan penyerahan simbolis seragam sekolah lengkap untuk seluruh siswa, yang meliputi sepatu, baju merah putih, tas, dan perlengkapan alat tulis. Hal ini penting mengingat kondisi sekolah yang sebelumnya rusak parah.

Kerusakan Parah dan Semangat Guru yang Hampir Pudar

Sekolah ini tercatat sebagai salah satu bangunan terdampak terparah oleh banjir bandang. Seluruh ruangan dan peralatan pendidikan terendam lumpur setinggi 40 sentimeter, membuat aktivitas belajar mengajar terpaksa dihentikan total.

"Kondisi ini sempat membuat para guru, yang seluruhnya merupakan perempuan, hampir menyerah karena sekolah tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar," tutur Syarifah. Namun, semangat itu kembali bangkit dengan adanya bantuan dari berbagai pihak.

Peran Vital BAZNAS Kota Tangerang Selatan

Upacara bendera yang penuh makna ini dapat terselenggara berkat bantuan komprehensif dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Lembaga ini telah terlibat sejak awal proses pemulihan pascabencana.

"Bantuan ini mencakup pembersihan ruang kelas, penyediaan alat kebersihan, hingga pemberian seragam lengkap untuk semua siswa yang sebelumnya tidak memiliki perlengkapan yang memadai untuk bersekolah," ungkap Syarifah dengan penuh syukur.

Bantuan Berasal dari Zakat, Infak, dan Sedekah Masyarakat

Taufik Setyaudin, Komisioner BAZNAS Kota Tangerang Selatan yang hadir sebagai pembina upacara, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil dari donasi masyarakat dalam bentuk zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun melalui berbagai saluran.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung pemulihan pasca bencana ini. Bantuan yang diberikan adalah amanah dari masyarakat, yang kami salurkan dengan sebaik-baiknya," tegas Taufik.

Dampak Bantuan yang Lebih Luas di Aceh Tamiang

Komisioner BAZNAS lainnya, Tarjuni, menambahkan bahwa bantuan untuk Aceh Tamiang tidak hanya terbatas pada pemulihan SDN 02 Rantau Pauh. Bantuan tersebut juga mencakup:

  • Pembersihan di 5 lokasi sekolah atau madrasah lainnya
  • Pembangunan 9 rumah layak huni untuk korban bencana
  • Pembangunan 20 rumah tumbuh sebagai tempat tinggal sementara
  • Pembuatan 3 sumur bor serta MCK untuk kebutuhan sanitasi

"Semua ini merupakan bagian dari upaya pemulihan yang bertujuan membantu masyarakat kembali bangkit dari keterpurukan pasca bencana," jelas Tarjuni.

Harapan untuk Masa Depan Pendidikan

Tarjuni berharap dengan adanya bantuan ini, para siswa di SDN 02 Rantau Pauh dapat memulai kembali kegiatan belajar dengan semangat yang baru. Mereka kini dilengkapi dengan seragam dan peralatan yang diperlukan untuk menunjang proses belajar mereka secara optimal.

"BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan," pungkasnya menandasi pentingnya solidaritas dalam pemulihan bencana.

Upacara perdana pascabencana ini tidak hanya menjadi simbol kebangkitan fisik sekolah, tetapi juga penyemangat bagi seluruh warga Aceh Tamiang untuk bangkit dari dampak banjir bandang yang melanda.