Alumni Unair Buktikan Lulusan Sastra Indonesia Bisa Berkarir di Dunia Internasional
Jazi Jannati, seorang alumnus Universitas Airlangga (Unair), telah membuktikan bahwa memilih Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia tidak hanya sekadar mengejar passion, tetapi juga dapat membuka jalan menuju karir di kancah internasional. Kisah inspiratif ini menunjukkan bahwa minat mendalam terhadap sastra dan budaya mampu melahirkan peluang profesional yang tak terduga.
Minat Sejak SMA yang Berbuah Kesuksesan
Jazi mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada ilmu sastra dan budaya telah tumbuh sejak masa sekolah menengah atas. "Aku ingat banget, waktu itu aku SMA, aku datang ke pameran gitu ya, karena aku udah punya minat ke sastra," tuturnya, seperti dikutip dari situs resmi Unair pada Selasa (10/2/2026). Keputusan untuk melanjutkan studi di bidang tersebut awalnya tidak terlalu mempertimbangkan prospek masa depan, namun lebih didorong oleh kecintaan pada disiplin ilmu ini.
Pembelajaran Mendalam Selama Kuliah
Selama menempuh pendidikan sebagai mahasiswa Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair, Jazi banyak mempelajari berbagai aspek penting, termasuk:
- Kajian budaya yang mendalam untuk memahami konteks sosial dan historis.
- Wawasan lokal yang memperkaya pemahaman tentang identitas dan kekayaan nusantara.
- Pengembangan keterampilan analitis dan komunikasi melalui studi sastra.
Pengetahuan yang diperolehnya selama kuliah ternyata menjadi fondasi kuat yang membantunya bersaing di tingkat global. Dengan bekal ini, Jazi tidak hanya mampu berkontribusi dalam lingkup nasional, tetapi juga menunjukkan kompetensi di arena internasional.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Kisah Jazi Jannati menjadi bukti nyata bahwa pilihan studi di bidang humaniora, khususnya sastra dan budaya, memiliki nilai strategis dalam era globalisasi. Passion yang diikuti dengan dedikasi tinggi dapat mengantarkan seseorang pada kesempatan karir yang luas dan bermakna. Alumni Unair ini menginspirasi banyak mahasiswa untuk tidak ragu mengejar minat mereka, karena setiap disiplin ilmu memiliki potensi untuk dikembangkan secara profesional.