Gubernur Luthfi Jadikan Pendidikan Sebagai Kunci Utama Tekan Kemiskinan di Jawa Tengah
Pendidikan Jadi Kunci Tekan Kemiskinan di Jateng, Kata Luthfi

Gubernur Luthfi Tegaskan Pendidikan Sebagai Kunci Pengentasan Kemiskinan di Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa sektor pendidikan memegang peran strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayahnya. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Pelantikan dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi Kepala Sekolah dan Jabatan Fungsional PNS dan PPPK di Wisma Perdamaian, Semarang, pada Rabu (4/3/2026).

Pendidikan Tingkatkan Daya Saing Sumber Daya Manusia

Luthfi menekankan bahwa pendidikan berperan penting dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki daya saing. "Pendidikan berperan meningkatkan sumber daya manusia yang punya daya saing," ujarnya dalam keterangan tertulis. Ia menyoroti bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot penurunan angka kemiskinan, yang tercatat sebesar 9,39% atau setara 3,34 juta jiwa per September 2025. Angka ini menunjukkan penurunan dari sebelumnya yang berada di level 9,58%.

Penataan Pejabat Pendidikan Melalui Rotasi dan Promosi

Dalam kegiatan tersebut, Luthfi melakukan penataan pejabat di 645 satuan pendidikan, meliputi SMA Negeri, SMK Negeri, dan SLB Negeri, melalui proses rotasi dan promosi. Penyerahan SK secara simbolis diberikan kepada 164 kepala sekolah yang hadir secara luring, dengan rincian:

  • 43 rotasi: 22 SMA, 16 SMK, dan 5 SLB
  • 121 promosi: 66 SMA, 51 SMK, dan 4 SLB

Sementara itu, kepala sekolah lainnya mengikuti acara secara daring. Selain itu, turut dilantik 17 Pejabat Fungsional PNS yang hadir luring serta 3.018 PPPK. Dari jumlah tersebut, 30 PPPK Guru dan 89 PPPK Non-Guru hadir langsung, sedangkan 2.899 lainnya mengikuti secara daring.

Arahan untuk Integritas dan Tanggung Jawab

Dalam arahannya, Luthfi meminta para pejabat yang dilantik untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas. "Harus kita laksanakan sesuai dengan profesionalisme, penuh perhatian, dan tanggung jawab," tegasnya. Ia juga berpesan kepada seluruh kepala sekolah, PPPK, dan pejabat fungsional agar tetap rendah hati serta tidak bersikap hedon. Menurutnya, kepala sekolah maupun guru harus menjadi panutan bagi siswa, dengan sikap dan perilaku sehari-hari yang mencerminkan pribadi berakhlak, berkarakter, dan berbudi luhur.

Kesaksian dari Guru yang Dipromosikan

Salah seorang guru yang baru mendapat promosi sebagai kepala sekolah, Berti Sagendra, mengaku senang atas penugasan barunya sebagai Kepala SMKN 6 Kota Semarang. Ia menyatakan siap mengemban tanggung jawab dalam mengelola satuan pendidikan. "Karena saya di SMK, maka tantangannya menyiapkan SDM yang siap untuk berwirausaha, bekerja, dan melanjutkan. Setelah murid itu lulus, SMK harus memikirkan bagaimana harus menyalurkan. Jadi banyak sekali yang dipikirkan ini kalau di sekolah," ujar Berti. Fokus utamanya adalah memperkuat link and match antara sekolah dengan dunia usaha dan industri agar lulusan memiliki peluang kerja yang lebih jelas.

Pengalaman Guru PPPK yang Diangkat Setelah Belasan Tahun

Hal senada disampaikan oleh Agus Nugroho, guru PPPK di SMKN 1 Boyolali, yang mengatakan bahwa penantian belasan tahun untuk diangkat menjadi PPPK Guru akhirnya terwujud melalui formasi tahun 2025. Kini ia telah menerima SK PPPK dan mendapat penugasan sebagai fungsional guru agama di sekolahnya. "Senang sekali, sudah lama sebelumnya kami sebagai guru honorer, sekarang sudah resmi menjadi PPPK dan menerima SK pelantikan jabatan fungsional sebagai guru agama. Jadi, sangat senang sekali," ujar Agus. Bagi Agus, status sebagai PPPK Guru merupakan tanggung jawab moral sekaligus bentuk pengabdian atas profesi yang telah dijalani selama ini. "Kita harus tetap berusaha memberikan apa yang kita bisa dengan tulus ikhlas. Bagi teman-teman terus semangat dan mengabdi dengan tulus ikhlas. Kerja keras itu tidak menipu hasil," ucapnya.

Dengan upaya ini, Gubernur Luthfi berharap pendidikan dapat terus menjadi pilar utama dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jawa Tengah.